Kasus Kematian COVID-19 di Jawa Timur Tembus 10 Ribu

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 09:49 WIB
TPU Babat Jerawat Surabaya
TPU Babat Jerawat Surabaya (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya - Kasus kematian COVID-19 di Jawa Timur menembus angka 10.074 kasus. Angka ini menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan kasus kematian tertinggi nasional.

Berdasar data Satgas Jatim, kasus kematian COVID-19 di Jatim hingga Selasa (6/4) sebanyak 10.074 kasus. Atau 7,12 persen dari total kasus kumulatif.

Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengakui, angka kematian masih menjadi pekerjaan rumah di Jatim.

"Pekerjaan rumah kita memang kematian. Kematian ini kita pelajari, dihitung, itu perlu dikaji lebih detail. Karena Sebagian besar kematian itu adalah terjadi pada orang-orang lansia, premorbid," ujar Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (7/4/2021).

Joni membeberkan, banyak kasus kematian COVID-19 di Jatim terjadi akibat keterlambatan pasien masuk rumah sakit. Hal itu diperparah dengan penyakit bawaan atau komorbid pasien.

Sebanyak 91 persen lebih kasus kematian COVID-19 di Jatim disertai komorbid. Ada sejumlah komorbid yang banyak menyertai kasus kematian. Seperti jantung, hipertensi, gagal ginjal hingga diabetes.

"Apa kematian ini terjadi di rumah sakit apa di masyarakat. Tapi yang jelas contoh di RSU dr Soetomo kematian ICU-nya 48 persen. Itu kecil, karena di dunia pun 70-80 persen. Kita terus bebenah, yang paling banyak itu kasus keterlambatan datang di RS. Jadi kematian di UGD tinggi," bebernya.

Salah satu upaya Satgas, lanjut Joni, yakni mempercepat proses vaksinasi untuk para lansia. "Saat ini proses vaksinasi untuk lansia terus dilakukan, karena memang mereka rentan," imbuhnya.

Hingga kini, kasus kumulatif COVID-19 di Jatim sebanyak 141.077 kasus. 1.856 kasus di antaranya masih aktif/dalam masa perawatan. Pasien sembuh sebanyak 129.147 dan yang meninggal dunia sebanyak 10.074. (fat/fat)