Pengacara di Surabaya Lega Jenazah Ayahnya Dipindah dari Makam COVID-19

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 15:09 WIB
Jenazah mendiang Erwan Siswoyo, ayah dari Dino Wijaya akhirnya dibongkar dan dipindahkan dari TPU Keputih blok COVID-19. Pemindahan jenazah dilakukan setelah Dino menang dalam gugatan di PTUN.
Jenazah Erwan Siswoyo dipindahkan dari TPU Keputih blok COVID-19/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya - Keluarga Erwan Siswoyo akhirnya bisa bernapas lega. Sebab, proses pemindahan jenazah Erwan dari TPU Keputih blok COVID-19 ke TPU Asri Abadi Lawang, Malang telah terlaksana.

"Ya lega dan bersyukur," ujar Dino Wijaya salah satu anak dari Erwan kepada detikcom, Selasa (6/4/2021).

Menurut Dino yang merupakan seorang pengacara, terlaksananya pembongkaran dan pemindahan jenazah ayahnya merupakan bentuk keadilan yang masih ada. Karena untuk memindahkan jenazah ayahnya, pihak keluarga harus menempuh jalur hukum di PTUN Surabaya terlebih dahulu.

Ia kemudian menyebut bahwa tidak selamanya pemerintah selalu benar. Karena memang terbukti bahwa ayahnya meninggal bukan karena Corona, namun dimakamkan di TPU Keputih blok COVID-19.

"Jadi memang keadilan itu masih ada. Tidak selalu pemerintah itu selalu benar. Karena keparanoidan mereka, ketakutan mereka. Jadi tidak selalu mereka itu benar. Tapi mereka tetap manusia jadi kita maklum saja lah," tuturnya.

Dino kemudian berpesan kepada masyarakat, jika ada anggota keluarga yang meninggal bukan karena COVID-19 dan ada buktinya, bisa mengajukan permohonan pemindahan jenazah dari makam COVID-19. Namun jika sebaliknya, ia mengimbau agar legawa.

"Ya kalau memang keluarganya COVID ya harus legawa dan nurut aturan pemerintah. Tapi kalau bukan COVID monggo silahkan diajukan untuk menolak dan dipindahkan," tambah Dino.

Sekitar pertengahan tahun lalu, Dino dan keluarganya meminta izin memindahkan jenazah Erwan dari dari blok khusus COVID-19. Sebab mendiang ayahnya bukan meninggal karena Corona.

Setelah diurus perizinannya, keluarga mendapatkan surat izin pengangkatan dan pemindahan jenazah. Namun masalah muncul, karena tiba-tiba Dinkes dan DKRTH Pemkot menganulir tanpa sebab surat pemindahan jenazah. Sehingga jenazah yang rencananya dibongkar dan dipindah pada Rabu 29 Juli 2020 batal.

Menerima kenyataan itu, keluarga Erwan kemudian menggugat hal itu di PTUN Surabaya. Hasilnya, mereka memenangkan gugatan tersebut. Tak hanya itu, hakim juga menjatuhkan sanksi kepada Dinkes dan DKRTH denda senilai Rp 495 ribu. (sun/bdh)