Pria di Ponorogo Bikin Ratusan Alat Tanam Padi Belajar dari YouTube

Charolin Pebrianti - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 10:35 WIB
Subagyo Edi Sasmito sungguh kreatif. Warga Desa/Kecamatan Jenangan ini membuat alat tanam padi. Bahkan saat ini pesanan alat tanam padi miliknya sudah penuh.
Pria di Ponorogo yang bikin alat tanam padi, Subagyo Edi Sasmito/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo -

Subagyo Edi Sasmito sungguh kreatif. Warga Desa/Kecamatan Jenangan ini membuat alat tanam padi. Bahkan saat ini pesanan alat tanam padi miliknya sudah penuh.

Awal mulanya sekitar tahun 2015, Bagyo mendengarkan keluhan orang tuanya soal kesulitan mencari buruh tanam padi. Bagyo yang memiliki keterampilan mekanik pun mencoba mencari alat tanam padi melalui YouTube.

"Saya belajar lewat YouTube. Saya nggak beli mesinnya dari China. Cuma saya belajar bagaimana cara kerjanya. Saya modifikasi sesuai alat dan bahan yang ada di Ponorogo," tutur Bagyo kepada detikcom, Selasa (6/4/2021).

Pria 48 tahun ini, sebelum membuat alat tanam padi yang dia beri nama 'Badol' ini, dia sering melakukan riset dengan bertanya ke petani yang sudah menggunakan alat tanam padi versi pabrikan.

Hasilnya, petani mengeluh berat dan alatnya tidak bisa dibawa dengan mudah ke sawah yang berada di tengah persawahan. Bagyo pun membuat desain alat tanam padi sesuai dengan keinginan petani.

"Dari situ saya mulai belajar mengelas dan membuat desain alat sendiri. Bahkan semua bahan dari sekitar Ponorogo," jelas Bagyo.

Badol, lanjut Bagyo, didesain sesuai kebutuhan para petani. Bisa diatur mulai jarak tanam hingga kedalaman tancapan memasukkan padi.

"Penting alatnya ringan bisa dijangkau di medan yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan petani," papar Bagyo.

Sejak 2015 hingga saat ini sudah lebih dari 200 alat tanam padi yang Bagyo jual. Ada 2 jenis alat tanam padi miliknya. Ada yang manual dan mesin.

Untuk jenis alat tanam padi manual dibanderol Rp 4 juta. Sedangkan yang menggunakan mesin dijual dengan harga Rp 10 juta. Keduanya untuk sistem tanam empat lajur.

Dalam satu bulan, bapak tiga orang anak ini dibantu 7 karyawannya hanya mampu membuat 8 unit alat tanam padi jenis manual. Sedangkan alat tanam yang bermesin hanya mampu 4 unit.

"Kalau saya sarankan petani melakukan penyemaian benih dengan sistem dapog, karena sistem ini lebih efisien dan cepat," ujar Bagyo.

Tonton juga Video: Inovasi Irul Tanam Padi di Pipa Paralon, Ternyata Menghasilkan!

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)