2 Kampus Serahkan Policy Brief ke Bupati Ipuk agar Produktivitas Udang Terjaga

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 21:51 WIB
bupati ipuk
Bupati Ipuk di simposium (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Dua perguruan tinggi di Banyuwangi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi dan Universitas Airlangga Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi menggelar simposium tentang pengelolaan sumber daya pesisir. Simposium tersebut memberikan rekomendasi kepada Bupati Ipuk Fiestiandani dalam hal penguatan ekonomi pesisir, terutama di bidang budi daya udang.

Simposium Nasional bertajuk 'Penguatan Ekonomi Kabupaten Banyuwangi Melalui Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Secara Berkelanjutan di Era Kebiasaan Baru (New Normal)' itu digelar di Untag Banyuwangi, Senin (5/4/2021). Ada enam pembicara berkompeten yang hadir di sana. Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto, Dekan Fakultas Pertanian dan Kelautan Unair Moch Amin Alamsjah, Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Ketua Shrim Club Indonesia Banyuwangi Yanuar Toto Raharjo, Konsorsium Mitra Bahari Regional Center Jatim Sukandar, dan Ateng Supriatna asal Conservation International Indonesia.

Bupati Ipuk menilai simposium yang digeber Untag tersebut sangat bermanfaat bagi pemkab, karena bisa digunakan untuk menggali potensi perikanan di kabupaten The Sunrise of Java ini.

"Kami berharap, dengan adanya simposium ini nanti teman-teman dari akademisi, pelaku usaha di bidang perikanan bisa mendukung program dan kebijakan pemerintah. Tujuan dari semua kegiatan ini adalah kesejahteraan rakyat Banyuwangi," ujarnya kepada detikcom.

Ipuk menuturkan Banyuwangi punya potensi perikanan yang sangat besar dan masih bisa terus dikembangkan sehingga memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan rakyat.

Ipuk juga membeberkan bahwa pemkab masih memberlakukan moratorium izin tambak di Banyuwangi. Bupati Ipuk menegaskan, moratorium tersebut bukan merupakan kebijakan yang tidak pro investasi.

"Kami berharap para pelaku usaha tambak udang bertahap menerapkan pengelolaan tambak yang ramah lingkungan," kata Ipuk.

Selanjutnya
Halaman
1 2