Polisi Bongkar Produksi 2 Merek Regulator Elpiji Tak Ber-SNI

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 21:27 WIB
regulator tidak sni
Polisi membongkar produksi dan distribusi regulator elpiji tak ber-SNI (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Sebanyak 34.913 ribu regulator yang tidak SNI diamankan polisi. Satu orang produsen selaku pimpinan perusahaan ditetapkan sebagai tersangka.

Puuhan ribu regulator elpiji yang diamankan itu disita dari 5 distributor yakni PT Jaya Gembira, PT Paracom, CV Satelit, CV Utama dan CV Adma Totalindo. Serta satu produsen yakni PT Cipta Orion Metal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan terbongkarnya kasus itu berkat adanya pemberitaan di media. Dalam pemberitaan itu disebutkan adanya pemusnahan regulator elpiji yang dilakukan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kementerian Perdagangan.

Dari situ, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan di salah satu distributor di kawasan Margomulyo Indah dan pergudangan Mutiara, Surabaya. Adapun merek regulator yang disita itu antara lain Starcam dan Com/Destec.

"Berdasarkan berita detik.com pada sekitar bulan Januari 2020 Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kementerian Perdagangan melakukan ungkap kasus terkait pemusnahan regulator LPG bertekanan rendah dengan merek Starcam dan Com/Destec yang tidak memenuhi syarat mutu SNI," kata Gatot kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (5/4/2021).

"Selain itu, anggota juga melakukan pengecekan di salah satu distributor yang ada di wilayah Jawa Timur," imbuhnya.

Menurut Gatot, karena tak memenuhi syarat mutu SNI, regulator itu sangat berbahaya jika digunakan oleh masyarakat. Hal itu terungkap setelah pihaknya menerima pemeriksaan yang dilakukan oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dan di BBLM (Balai Besar Logam dan Mesin).

"Peralatan regulator ini sangat berbahaya jika dipergunakan oleh konsumen atau masyatakat. Itu sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dan di Balai Besar Logam dan Mesin," jelas Gatot.

Atas tindakan itu, kini tersangka sekaligus pimpinan PT Cipta Orion Metal dijerat dengan Pasal 113 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 66 UU Nomor: 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Adapun ancaman hukumannya yakni 5 tahun pidana penjara.

Lihat juga video 'Polisi Ciduk 'Pemain' Gas Elpiji 3 Kg di Konawe':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)