Little Makkah Akan Dibangun di Kawasan Ampel Surabaya, Apa Saja Fasilitasnya?

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 20:03 WIB
little makkah di ampel
Little Makkah akan dibangun di kawasan Ampel (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pemkot Surabaya berencana membangun Little Makkah berkonsep destinasi wisata religi. Lokasinya berada di kawasan wisata religi Ampel. Apa saja fasilitasnya?

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Iman Krestian mengatakan penamaan Little Makkah berarti tempat wisata religi atau kunjungan umat muslim di Surabaya.

"Untuk rencana pengembangan sekarang sudah berjalan tapi sedikit-sedikit, Sentra Wisata Kuliner Pegirian sudah dibersihkan dan rencana dikembangkan, jalur pedestrian ke Ampel dikembangkan lagi. Yang utama sih baru akan kelihatan mergernya setelah RPH direlokasi," kata Iman saat dihubungi detikcom, Senin (5/4/2021).

Fasilitas yang diberikan pun tak jauh berbeda dengan kawasan wisata religi Ampel. Namun ada beberapa yang diperbaiki dan diperindah. Sebab, wisata religi Little Makkah ini bertujuan untuk menggaet wisatawan ke Kota Pahlawan.

Ada pun dua concern yang dikerjakan, pertama pejalan kaki pergerakan kendaraan. Kedua corridor as local urban cultural tourism dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas ruang dan ekonomi lokal kawasan.

Untuk yang pertama, pejalan kaki pergerakan kendaraan menjadi isu tersendiri. Sebelumnya terdapat masalah pada kemacetan tingginya hambatan samping dan gangguan di koridor, keselamatan, crossing pejalan kaki dengan pedestrian.

Kemudian kenyamanan, di mana dimensi ruang trotoar hanya kurang lebih 1,5 meter, kurangnya naungan pejalan kaki, khususnya pada koridor, di Nyamplungan dan Pegirian area trotoar sering dijadikan area bongkar muat barang. Dan keamanan, kegiatan cenderung mati (toko tutup) saat malam, pada koridor Nyamplungan menggurangi pengawasan terhadap pedestrian.

Selain itu, concern kedua pada isu corridor as local urban cultural tourism dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas ruang dan ekonomi lokal kawasan. Ada pun tujuh hal yang menjadi sasaran penataan. Berikut diantaranya:

1. Minimnya fasilitas penunjang kawasan, seiring dengan berkembangnya kegiatan wisata
2. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang cenderung tidak tertata dan menyebar (sporadis)
3. Fasilitas sentra PKLyang kurang optimal /sepi, terkait alur pergerakan pedestrian
4. Area Parkir Komunal kurang berfungsi sebagai area drop off sebagai titik awal pergerakan pengunjung
5. Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH), sering menimbulkan polusi udara berupa bau
6. Aktivitas kegiatan di koridor Nyamplungan dan Pegirian cenderung bersifat retail grosir yang kurang cocok dengan karakter retail di kawasan wisata
7. Semakin padatnya hunian dan berkembangnya kegiatan wisata, mengakibatkan semakin kecilnya ruang-ruang publik

Simak juga video 'Kisah Arca Joko Dolog yang Gagal ke Negeri Belanda':

[Gambas:Video 20detik]