Guru-Kasek MI yang Sulut Tangan 10 Siswa dengan Korek Api Dipecat

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 19:08 WIB
guru sulut siswanya dengan korek api
MI Nurul Huda Gucialit, Lumajang (Foto: Nurhadi Wicaksono)
Lumajang -

Guru dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda di Desa Dadapan, Gucialit, Lumajang menyulut telapak tangan 10 siswanya menggunakan korek api. Kini, keduanya telah dipecat oleh yayasan madrasah tersebut.

"Itu guru dan kepala sekolah sudah diberhentikan ya oleh yayasan," kata Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta kepada detikcom di Surabaya, Senin (5/4/2021).

Shinta menambahkan pemecatan keduanya telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu setelah kejadian tersebut.

"Diberhentikan per tanggal 1 April 2021," imbuhnya.

Shinta menyebut pihaknya tengah melakukan mediasi kepada pihak terlapor dan pelapor. "Sekarang proses mediasi. Pihak terlapor dan pelapor tentunya. Yang melaporkan itu dari salah satu wali murid," ungkap Shinta.

Sebelumnya, kejadian ini berlangsung pada Jumat (26/3). Saat jam istirahat, guru berinisial FR meninggalkan uang tabungan siswa sebesar Rp 12.000 di ruang kelas IV. Lalu, ketika guru kembali masuk ke ruang kelas, uang tabungannya tidak ada di tempat. FR pun berusaha mencari dan tidak menemukan uang tersebut.

Akhirnya, FR menanyai siswanya. Namun, tak ada yang mengaku mengambil uang tersebut. Lalu, FR mengambil korek api dan menyulut telapak tangan satu per satu siswanya. Hal ini dilakukan untuk menguji kejujuran para siswa.

"Kejadian tersebut berawal ketika guru kehilangan uang tabungan siswa sebesar dua belas ribu yang ditinggal di ruang kelas saat jam istirahat. Ketika kembali uang tersebut tidak ada dan menanyakan kepada para siswinya namun juga tidak ada yang mengaku mengambil. Akhirnya mengambil korek api dan menyulut telapak tangan satu per satu siswanya namun tidak ada yang mengaku," papar Kapolsek Gucialit Iptu Joko Try.

Setelah disulut api, para murid tetap tak ada yang mengaku. Hingga akhirnya, guru tersebut melapor pada kepala sekolah berinisial SM. Namun, bukannya memberikan nasihat pada para siswanya, SM kembali menyulut 3 telapak tangan siswanya menggunakan korek api hingga melepuh.

"Sang guru akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada kepala sekolah. Kepala sekolah akhirnya memanggil 3 siswa dan kembali menyulut tangan siswanya menggunakan korek api," tambah Joko

(hil/iwd)