Dua Jenazah Pasien COVID-19 di Ponorogo Dimakamkan Dalam Satu Liang Lahat

Charoline Pebrianti - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 13:33 WIB
pasien covid-19 dimakamkan satu liang lahat
Dua jenazah pasien COVID-19 di Ponorogo dimakamkan dalam satu liang lahat (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Dua jenazah pasien COVID-19 di Ponorogo dimakamkan dalam satu liang lahat. Mereka adalah bapak dan anak.

Kedua jenazah itu adalah jenazah sang bapak LA (89) dan si anak SU (39), warga Dusun Sumberjo, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo.

"Keduanya merupakan bapak dan anak. Dimakamkan satu liang," tutur Petugas pemakaman BPBD Ponorogo Hadi Susanto Hadi kepada detikcom, Senin (5/4/2021).

Hadi mengatakan keduanya merupakan warga asli Dusun Sumberjo. Namun karena posisi medan pemakaman yang sulit di Dusun Sumberjo yakni berupa lereng pegunungan, maka lokasi pemakaman akhirnya dipindahkan.

"Akhirnya pemakaman dipindahkan ke Dukuh Krajan, di sini lokasinya lebih mudah dijangkau," jelas Hadi.

Menurut Hadi, kejadian pemakaman jenazah pasien COVID-19 yang dilakukan dalam satu liang lahat yang sama di Ponorogo, baru pertama kali terjadi.

Pantauan detikcom, liang ini berukuran 2,2 meter kali 1,6 meter. Saat dua peti jenazah dimasukkan, posisi jenazah SU diletakkan pada sisi barat sementara bapaknya, LA diletakkan pada sisi timur.

Selain kedua peti jenazah, petugas juga menguburkan barang-barang yang digunakan pasien saat dirawat di rumah sakit Aisyiyah Ponorogo.

Total ada 12 personel dari BPBD Ponorogo yang melakukan proses pemakaman yang terbagi ke dalam dua tim. Selama proses pemakaman dilakukan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan keluarga pasien dilarang mendekat, sehingga keluarga hanya bisa melihat dari kejauhan.

"SU meninggal sekitar pukul 21.30 WIB sedangkan LA meninggal 23.30 WIB, permintaan keluarga dimakamkan pagi ini," ujar Hadi.

Kedua pasien, lanjut Hadi, telah dirawat selama 3 hari di rumah sakit. Pihak keluarga pasien pun saat ini tengah melakukan isolasi mandiri.

"Keluarga dekat saat ini isolasi mandiri karena kontak erat dengan almarhum," pungkas Hadi.

(iwd/iwd)