Penjelasan BMKG soal Puting Beliung di Sumenep

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 11:36 WIB
Puting Beliung Terjang sumenep
Bangunan yang rusak diterjang puting beliung di Sumenep/Foto: Ahmad Rachman
Surabaya -

Puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura pada Sabtu (3/4). BMKG Juanda Surabaya menyebut fenomena ini dengan sebutan waterspout.

Dalam laman resmi BMKG Klas I Juanda Surabaya dipaparkan, waterspout juga dikenal sebagai istilah belalang gajah. Yang berarti kolom pusaran air yang tertarik masuk ke dasar awan.

Dijelaskan pula jika waterspout ini sama seperti puting beliung, tetapi terjadi di atas permukaan air. Namun, hanya jenis awan cumulonimbus yang bisa menyebabkan fenomena ini.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Karena di masa pancaroba ini, rawan tumbuhnya awan cumulonimbus.

Teguh menambahkan, awan cumulonimbus dominan tumbuh di wilayah pantai hingga dataran tinggi. Sedangkan kejadiannya bersifat lokal dan dalam waktu yang relatif singkat.

"Di masa pancaroba pertumbuhan awan cumulonimbus akan lebih dominan di sekitar wilayah pantai dan dataran tinggi," kata Teguh kepada detikcom di Surabaya, Senin (5/4/2021).

Kendati demikian, Teguh menegaskan jika awan cumulonimbus tidak selalu menyebabkan puting beliung atau fenomena waterspout.

"Tetapi tidak selalu jika ada awan cumulonimbus akan terjadi puting beliung," imbuhnya.

Sebelumnya, puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura. Akibatnya puluhan bangunan rumah warga, masjid dan gudang penyimpanan garam porak-poranda. Selain itu 3 orang luka ringan dan sempat dirawat di Puskesmas Kalinget.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (3/4) ini menerbangkan dan menggulung atap rumah, masjid dan bangunan dua desa serta menumbangkan pohon dan tiang listrik. Total ada 10 bangunan dan 8 rumah rusak di dua desa dampak cuaca ekstrem.

Lihat juga video 'Detik-detik Angin Puting Beliung Menerjang Sidrap Sulsel':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)