Ketua Satgas COVID-19 Minta Jatim Perketat Pintu Masuk dari Luar Negeri

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 21:49 WIB
doni monardo emil dardak
Doni Monardo dan Wagub Emil Dardak (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Ketua Satgas COVID-19 Pusat Doni Monardo mengingatkan Pemprov Jatim untuk terus melakukan pengetatan pintu masuk dari luar negeri. Doni juga meminta pemeriksaan secara detail kepada tenaga migran yang pulang ke Jatim.

"Untuk mengingatkan provinsi, sesuai arahan presiden, semua pintu masuk dari luar negeri harus dilakukan pemeriksaan lebih detail. Kami membahas bagaimana memperkuat satgas daerah, di mana bantuan TNI Polri sangat penting sekali," ujar Doni di VIP Juanda, dalam kunjungannya, Kamis (1/4/2021).

Doni Monardo membeberkan ada banyak migran dan WNA yang masuk ke Indonesia membawa surat keterangan negatif COVID-19 berdasar PCR. Namun, saat diswab ulang di Indonesia, hasilnya positif.

"Kita merumuskan, masalah karantina. Jadi pengaman kita selama 3 bulan ini, seluruh WNI yang kembali, dan juga WNA yang tiba semua bawa dokumen surat PCR negatif. Lalu tiba, diswab di sini, kita kerja sama dengan kantor karantina pelabuhan, tidak sedikit yang positif COVID-19. Hasil testing seluruhnya, saat swab pertama tiba di tanah air sebanyak 1.444 yang positif, kemudian yang swab kedua, meski sudah diisolasi ada 658 orang (masih positif)," bebernya.

"Apabila kita hanya melakukan swab sekali saja, berarti yang 658 orang luput dari pengawasan ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Di antara keluarganya ada yang rentan, lansia dan komorbid, maka risikonya sangat fatal. Belum lagi strain baru yang kita ketahui sudah banyak tersebar di sejumlah negara," sambungnya.

Kepala BNPB ini menegaskan, para migran dan WNA yang datang diwajibkan karantina 5 hari. Ketentuan itu juga berlaku kepada mereka yang negatif saat diswab di Indonesia. Sementara, bagi yang datang dan diswab hasilnya positif, juga akan dikarantina 5 hari, dan akan menjalani pemeriksaan ulang.

Doni Monardo menganjurkan Pemprov Jatim untuk membuat Satgas Karantina Jatim. Upaya itu agar lebih memaksimalkan dan memudahkan dalam mengkoordinir para tenaga migran yang tiba.

Ia juga mengimbau migran untuk tidak pulang kampung dulu saat lebaran 2021 ini. Kecuali, migran yang telah kehilangan pekerjaannya di luar negeri.

Lihat juga Video: Satgas Minta Pemda Antisipasi Kerumunan Saat Libur Paskah

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2