Pengamanan 7 Gereja di Kota Kediri Diperketat Jelang Paskah

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 20:33 WIB
Pengamanan gereja di wilayah hukum Polres Kediri Kota akan diperketat jelang Hari Paskah. Seperti yang disampaikan Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo.
Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo/Foto: Andhika Dwi/detikcom
Kediri -

Pengamanan gereja di wilayah hukum Polres Kediri Kota akan diperketat jelang Hari Paskah. Seperti yang disampaikan Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo.

Eko mengatakan, anggotanya telah melakukan tindakan penguatan sejak munculnya berita bom bunuh diri di Makassar. Pengamanan akan dilakukan dengan penjagaan di pos dan kegiatan rutin patroli gereja.

"Kita sudah melakukan tindakan bersama TNI dan juga Satpol PP dan Pemerintah Kota Kediri. Dengan mengadakan patroli skala besar, terutama di gereja dan juga di tempat lain yang berpotensi kerumunan massa," ucap Eko, Selasa (30/3/2021).

Polres Kediri Kota juga sudah melakukan pemetaan dan ditetapkan 7 gereja yang masuk dalam kategori titik rawan. Dalam artian, 7 gereja tersebut sudah melakukan ibadah secara langsung di gereja. Karena gereja yang lain masih melakukan ibadah secara daring.

Selama ini, ibadah kebaktian yang dilakukan setiap Hari Sabtu dan Minggu di beberapa gereja juga selalu mendapatkan pengamanan dari anggota kepolisian. "Untuk saat ini yang kami lakukan operasi skala besar. Sekaligus operasi Kamtibmas, baru nanti saat hari H, kami akan menyebar dan melakukan pengamanan secara ketat di gereja. Utamanya di 7 gereja tadi," imbuh Eko.

Lebih lanjut Eko mengimbau masyarakat khususnya masyarakat Kota Kediri, agar tetap tenang dalam menyikapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar.

"Adanya kejadian kemarin saya imbau kepada masyarakat tetap tenang, tetap waspada. Tidak perlu takut dan tetap melakukan aktivitas dengan tenang. Jika ada orang baru, dan terlihat mencurigakan dan meresahkan segera lapor. Minimal ke perangkat desa setempat agar segera dilakukan pendataan warga," tambah Eko.

Sementara Kapolsek Semen AKP Siswandi mengatakan, Gereja Puhsarang menjadi perhatian dalam pengamanan karena menjadi lokasi wisata religi. Selain jemaat gereja, pengunjung di tempat itu adalah wisatawan yang ingin melihat keunikan bangunan dan panorama alam pegunungan.

"Kami baru saja berkoordinasi dengan pengurus gereja untuk pengamanan peribadatan. Termasuk prosedur protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi. Kami tekankan pula kepada petugas keamanan untuk tidak menganggap enteng situasi di sekitar gereja," kata Siswandi.

Untuk pencegahan penyebaran virus Corona, pengurus gereja juga menyiapkan sarana cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, dan ketentuan memakai masker. Posisi duduk jemaat juga dibuat berjarak.

(sun/bdh)