Pemerintah Rencana Impor Garam, di Jatim Masih Ada Stok 469 Ribu Ton

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:32 WIB
Kadis Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Gunawan Saleh
Kadis Kelautan dan Perikanan Jatim Gunawan Saleh (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Pemerintah pusat berencana impor garam 3,07 juta ton. Rencana ini dinilai menjadi ancaman bagi para nelayan atau petani garam. Salah satunya di Jatim. Sejumlah petani garam dengan tegas menolak rencana pemerintah impor garam.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Gunawan Saleh mengaku tidak bisa mengintervensi keputusan impor garam. Padahal di Jatim, ada 469.044,56 ton garam yang masih berada di petani.

"Stok kami Jatim yang ada di petani bulan Maret ini ada 469.044,56 ton. Itu stok di Jatim sekarang. Dan tidak laku karena harganya terlalu murah diambil dari pabrik," ujar Gunawan di Surabaya, Selasa (30/3/2021).

Gunawan menjelaskan, impor garam 3 juta ton yang diprogramkan pemerintah rencananya digunakan untuk industri, yakni bahan baku pabrik kaca dan kertas.

Pihaknya sendiri mengakui, harga garam impor memang murah. Bila impor dari Australia harganya Rp 600/kg. Sedangkan dari India harganya Rp 400/kg.

"Di kita (Petani) menjual di tambak Rp 500/kg, belum ongkosnya, bisa sampai Rp 800/kg. Tapi kalau nasionalisme, secara kita orang nasional harusnya membeli produk kita sendiri dan dinikmati kita sendiri. Bukan masalah untung ruginya," bebernya.

Selanjutnya
Halaman
1 2