Stok Melimpah, Petani Probolinggo Raya Tolak Impor Garam

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 18:41 WIB
Petani garam di Kabupaten Probolinggo dengan tegas menolak rencana pemerintah impor garam. Karena, stok garam di Kabupaten Probolinggo masih melimpah. Stok ini merupakan sisa panen dua tahun lalu di tingkat petambak garam yang belum terjual.
Ketua Paguyuban Petambak Garam Probolinggo, Buhar/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo -

Petani garam di Kabupaten Probolinggo dengan tegas menolak rencana pemerintah impor garam. Karena, stok garam di Kabupaten Probolinggo masih melimpah. Stok ini merupakan sisa panen dua tahun lalu di tingkat petambak garam yang belum terjual.

"Stok garam sisa panen tahun sebelumnya masih ada dan belum terjual, total mencapai 2 ribu ton lebih garam tersimpan di rumah-rumah petambak garam di wilayah Probolinggo Raya. Untuk itu kami menolak rencana pemerintah impor garam sebanyak 3 juta ton," ujar Ketua Paguyuban Petambak Garam Probolinggo, Buhar di Probolinggo, Sabtu (27/3/2021).

Buhar mengaku sering didatangi para petambak garam. Mereka juga mengeluh dan menolak rencana pemerintah impor garam. Karena, jika impor dilakukan, akan sangat merugikan petambak garam.

Jika impor dilakukan, Buhar khawatir akan terjadi penumpukan stok garam. Selain itu, Buhar menyebut harga garam bisa anjlok.

Tak hanya itu, Buhar mencontohkan lahan tambak garam di Dusun Girsiring, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo juga telah dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Buhar menyebut sudah 5 bulan sejak memasuki musim penghujan, petambak garam menghentikan semua produksinya. Bahkan, tambak garam di Probolinggo sudah tak berproduksi sejak Oktober 2020 sampai Maret 2021, dan diperkirakan bisa berproduksi pada Mei 2021.

Padahal, di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di sepanjang jalur pantai utara, setidaknya ada sekitar 700 hektar tambak garam. Jika musim kemarau, tambak ini mampu memproduksi garam premium sebanyak 20 ribu ton.

Saat itu, jika di beberapa daerah harga garam anjlok, berbeda dengan di Kabupaten Probolinggo. Harga garam grosok kualitas premium di kisaran Rp 550 sampai Rp 700 per kilogramnya.

"Sudah 5 bulan tidak produksi tambak garamnya, karena musim hujan, nanti bulan Mei masuk musim kemarau baru produksi garam kembali, harga garam stabil di Probolinggo masih stabil mencapai Rp 600 - Rp 700 per kilogramnya untuk harga garam kwalitas premium, dan harga Rp 1000 rupiah per kilogramnya harga tersebut membuat petani garam sejahtera," ungkap Buhar

Buhar berharap pemerintah tak jadi impor garam. Karena, garam di Kabupaten Probolinggo terkenal akan kualitasnya yang jernih menyerupai kristal, dan memiliki kadar garam sangat tinggi.

Lihat juga Video "Mendag Jelaskan Urgensi Impor 3 Juta Ton Garam":

[Gambas:Video 20detik]






(sun/bdh)