Takmir Masjid Ini Cabuli-Setubuhi 6 Bocah Karena Merasa Tak Disayang Istri

Erliana Riady - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 19:25 WIB
MYD (57) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Aksi bejat itu dilakukan tersangka di atas sajadah.
Barang bukti dalam kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur/Foto file: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Takmir masjid di Kecamatan Nglegok ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan. Dia mengaku melakukan itu karena merasa istri tidak mencintainya.

MYD (57) hanya tertunduk lesu saat rilis kasusnya di Mapolresta Blitar. Dia mengakui semua perbuatan bejatnya dilakukan dengan penuh kesadaran. Bahkan direncanakan.

Tangan bocah-bocah itu ditarik menuju ruangan salat dan dicabuli beralaskan sajadah. Pun ketika bocah-bocah itu beranjak besar, aksi persetubuhan juga dilakukan di tempat yang sama. Kenapa MYD bisa tega melakukan perbuatan bejat itu?

"Sejak awal nikah, istri saya tidak mencintai saya. Hanya ingin diopeni (dilayani). Jadi kalau lihat anak perempuan, nafsu saya tak terbendung. Iya jarang (berhubungan badan) sama istri," kata MYD di depan wartawan, Senin (29/3/2021).

Informasi yang dihimpun detikcom dari pamong desa tempat tinggalnya, MYD menikah dua kali. Pernikahannya yang pertama gagal karena sang istri menggugat cerai ketika lama ditinggalkan menjadi TKI. Dari pernikahan pertama itu ia mempunyai satu anak yang sekarang sudah dewasa.

Begitu pulang bekerja dari luar negeri, MYD kemudian membangun toko kelontong di depan rumahnya. Dia kemudian menikah lagi. Jodoh keduanya ini, seorang janda dengan satu anak. Dari pernikahan keduanya ini lahir seorang anak lelaki.

MYD melakukan pencabulan dan persetubuhan ketika sang istri keluar rumah. Biasanya pada saat istri keluar rumah untuk Yasinan atau belanja keperluan toko kelontongnya.

"Nafsu saya tinggi. Tapi istri tidak mesti mau. Biasanya setelah saya gitukan, uang belanja mereka saya kembalikan semua," akunya.

Modus tersangka pedofil ini sama kepada semua korbannya. Ketika korban belanja ke toko kelontongnya, pelaku menariknya ke ruang salat. Dia melakukan pencabulan dan persetubuhan beralaskan sajadah.

Sampai hari ini, ada enam korban yang telah melaporkan perbuatan predator anak ini. Mereka telah berulang kali disetubuhi MYD. Ada yang tiga bahkan ada yang 10 kali. Aksi terakhirnya dilaporkan pada 21 Februari 2021. Sehingga korban masih bisa diambil visumnya sebagai alat bukti terakhir.

(sun/bdh)