Tak Ada Lagi Wajah Muram Setelah Ara Pulang

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 15:39 WIB
ara
Ara (pink) dan ibunya (jilbab bir) menerima kerabat di rumahnya/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Nesa Alana Karaisa atau Ara, bocah 7 tahun yang sempat hilang diculik, kini telah kembali ke rumahnya. Orang tua Ara kini tak lagi muram dan terlihat berlega hati setelah putrinya kembali ke pangkuannya.

Detikcom yang bertandang ke rumah Ara melihat sejumlah kerabat berdatangan. Mereka terlihat bercengkrama dan melihat kondisi Ara yang tak kurang suatu apapun.

Ara sendiri terlihat sibuk dengan ponselnya. Terkadang bocah 7 tahun itu berlari ke teras sambil terus memainkan HP-nya. Sedangkan Safrina Anindiya Putri (32), ibu Ara terlihat lelah, karena banyak tamu dari kerabat yang silih berganti berdatangan. Safrina mengaku bersyukur Ara telah kembali kepangkuannya.

"Ya seneng. Alhamdulillah kembali dengan sehat walafiat, terus bisa berkumpul kembali," kata Safrina kepada detikcom, Minggu (28/3/2021).

Safrina mengatakan ia bersyukur karena putri keduanya itu kembali dalam keadaan selamat dan sehat serta tak ada luka apapun.

araAra sedang bermain HP (Foto: Deny Prastyo Utomo)

"Bisa kumpul lagi, juga kayaknya tidak ada masalah fisiknya dia," lanjut Safrina.

Safrina mengakui setelah ditemukan oleh polisi pada Sabtu (27/3) lalu, ia sempat video call dengan polisi untuk memastikan jika yang ditemukan ialah Ara.

"Habis ditemukan, terus pihak Polres-nya telepon saya video call gitu. Bu ini benar anaknya, iya pak," ungkap Safrina menirukan petugas.

Safrina menambahan Pemkot Surabaya melalui DP5A telah memberikan pendampingan kepadanya dan juga kepada Ara selama di kepolisian atas pemulihan trauma atas kejadian tersebut.

"Kemarin waktu hilang, DP5A ke sini tanya-tanya, kemudian waktu di BAP juga didampingi. Besok insyaallah ke sini lagi, memberikan konsultasi konseling, terus keadaannya gimana, ada perubahan perilaku nggak," lanjut Safrina.

Sebelum kejadian, Safrina mengaku tidak ada firasat apapun, sebab setiap hari anaknya hanya bermain di sekitar rumah.

"Tidak ada firasat apapun, setiap hari hanya bermain di lingkungan rumah," tandas Safrina.

Berkaca dari kejadian tersebut, Safrina mengaku akan lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya tersebut.

"Ya lebih ketat lagi, nggak boleh main jauh-jauh. Kalau diajak siapapun, bahkan dikenal pun harus izin sama orang tua. Kalau mau ngaji saya antarkan. Pengawasannya lebih ketat," tandas Safrina.

(iwd/iwd)