Sekilas Jatim: Ara Ditemukan-Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tolak AstraZeneca

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 01:07 WIB
Nesa Alana Karaisa atau Ara, bocah 7 tahun yang dikabarkan hilang sudah ditemukan di Pasuruan. Ara diketahui dibawa pergi oleh bibinya sendiri.
Nesa Alana Karaisa atau Ara (digendong ayahnya)/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Hari ini ada sejumlah berita dari Jatim yang menarik banyak pembaca. Mulai dari soal Ara ditemukan, hingga soal pengasuh ponpes di Mojokerto yang menolak vaksin AstraZeneca.

Ara Hilang Diculik Budenya Karena Warisan

Nesa Alana Karaisa atau Ara, bocah 7 tahun yang dikabarkan hilang akhirnya ditemukan. Setelah hilang 5 hari, Ara ditemukan di Pasuruan. Ara diketahui dibawa pergi oleh budenya sendiri.

"Jadi dia dibawa pergi tanpa izin sama istri dari pakdenya. Jadi masih ada hubungan keluarga," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo kepada detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Akhirnya polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus penculikan Ara. Kedua tersangka yakni Oke Ary Aprilianto (34) dan Hamidah (35) yang tak lain pakde dan budenya.

"Ada dua yang kita amankan yang kita tangkap. Inisialnya OAA alamatnya di Imam Bonjol Gang 5 Bugul, Pasuruan. Yang kedua inisialnya AH, Jalan Karanggayam I Nomor 47," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya.

Meskipun kedua tersangka masih keluarga Ara, polisi akan menjerat kedua tersangka dengan pasal perlindungan anak. Sebab mereka membawa pergi Ara tanpa sepengetahuan dan persetujuan ayah ibunya.

"Pasal yang kita kenakan yaitu Pasal 83 Jo 76 F UU 35 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 3 tahun dan maksimal 15 tahun," jelas Isir.

Dalam pengakuannya, kedua tersangka mengaku sakit hati. Pasalnya, anak dari tersangka sebelumnya sempat ditampar oleh Safrina Anindia Putri atau ibunya Ara.

"Karena kita sakit hati ya. Dari dulu kita disakiti, difitnah. Sampai kemarin itu anak saya ditampar oleh orang tua korban karena pulang malam," ujar Hamidah kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Meski begitu, Hamidah mengaku hanya memendam rasa sakit hati itu. Ia juga tidak melaporkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh ibunya Ara karena dianggap masih satu keluarga. "Tapi kita redam dan tidak kita laporkan karena masih anggap masih saudara tapi masih seperti itu," terang Hamidah.

Sementara itu, Oke Ary Aprilianto suami siri Hamidah mengaku bahwa penculikan yang dilakukannya hanya spontan. Saat itu pada Selasa (23/3) ia dan istrinya tak sengaja menjumpai Ara yang sedang main di taman.

"Sebenarnya bukan kepikiran menculik. Tapi itu mendadak. Waktu itu korban ini melintas hendak bermain. Kebetulan lewat kita panggil terus mau akhirnya ikut kita," ujar Ary.

"Tapi selama ikut saya, gak ada kekerasan kepada korban karena sudah saya anggap putri saya sendiri," tambah Ary.

Tak hanya sakit hati, Ary mengungkapkan permasalahan dengan orang tua Ara sebenarnya sudah berlangsung lama. Salah satunya yakni dipicu soal hak warisan rumah. "Karena juga warisan, karena beliau (orang tua Ara) ingin mempunyai hak warisan rumah. Karena selama ini kami tinggal bersama-sama di rumah Karanggayam," kata Ary.

Selanjutnya
Halaman
1 2