Gerindra Incar Suara Jatim di Pemilu 2024, Pengamat Sebut PDIP Masih Dominasi

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 21:59 WIB
Pakar psikologi politik Untag Surabaya Andik Matulessy
Pengamat politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Andik Matulessy/Foto: Istimewa
Surabaya -

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai, partainya mempunyai peluang besar untuk menjadi pemenang di Pemilu 2024. Itu akan tercapai jika Jawa Timur mampu menjadi basis partai berlambang kepala garuda.

Pengamat politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Andik Matulessy mengatakan, keinginan Muzani masih sulit terwujud. Sebab berdasarkan kajian popularitas masih menjadi basis PDIP baik di tingkat Jatim maupun nasional.

"Kalau berdasar kajian terkait dengan parpol yang paling populer, PDIP masih yang paling mendominasi di era perpolitikan nasional," jelas Andik kepada detikcom, Sabtu (27/3/2021).

"Apalagi nama Pak Jokowi masih menjadi representasi dari dukungan PDIP dan posisi strategis di pemerintahan pusat dan daerah masih dikuasai oleh PDIP. Jadi agak sulit untuk menjadikan Gerindra pada posisi tertinggi dalam mendulang suara di tahun 2024," imbuhnya.

Sedangkan untuk kontestasi Pilpres, terang Andik, Gerindra yang berpeluang mengusung Prabowo Subianto juga harus tetap melakukan komunikasi dengan PDIP. Hal itu harus tetap dilakukan karena tentu PDIP juga punya kader-kader potensial yang layak diperhitungkan.

"Kalau pun Prabowo akan mencalonkan menjadi Presiden, maka komunikasi politik dengan PDIP harus dilakukan karena PDIP pasti punya jago pengganti Jokowi," ujar Andik.

"Selain itu sekarang banyak kader bangsa yang mulai mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat luas. Seperti Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini," tambahnya.

Meski begitu, Andik memperkirakan Gerindra akan tetap masuk tiga besar dalam kontestasi Pemilu 2024 di Jatim. Namun hal itu harus dibarengi dengan sejumlah strategi, salah satunya yakni mampu meraih dukungan dari generasi milenial.

"Gerindra harus memiliki strategi mendulang suara yang lebih baik dengan memberikan ruang pada generasi milenial untuk menjadi bagian dalam kepengurusan nasional. Walaupun ketokohan Prabowo masih tetap diperlukan untuk meningkatkan konsolidasi internal," imbuhnya.

"Kalau dukungan NU masih kuat, maka PKB bisa jadi runner up. Sehingga posisi ketiga bisa diperebutkan oleh Gerindra dan Golkar," lanjut Andik.

Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani ingin Jatim jadi basis kekuatan Gerindra pada 2024. Muzani menilai partainya memiliki peluang besar untuk jadi pemenang Pemilu 2024.

Pada 2024 nanti, masyarakat Indonesia akan memilih presiden, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR, DPRD provinsi, kabupaten/kota, hingga DPD RI. Dari berbagai hasil survei, kata Muzani, Partai Gerindra memiliki peluang besar untuk memenangi Pemilu 2024.

(sun/bdh)