Bandar yang Tipu Emak-emak Selundupkan Sabu ke Lapas Mojokerto Ditangkap

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 18:29 WIB
penyelundupan sabu lapas mojokerto
Bandar narkoba diamankan usai penyelundupan sabu di Lapas Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Kasus emak-emak menyelundupkan sabu ke Lapas Kelas IIB Mojokerto menggunakan tahu isi, berbuntut penangkapan seorang bandar narkoba. Bandar tersebut ternyata sudah dua kali menyelundupkan barang haram tersebut ke lapas.

Bandar itu adalah Ahmad Vivin (23), warga Desa Brangkal, Sooko, Kabupaten Mojokerto. Vivin diringkus polisi di tempat kosnya di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko pada Rabu (24/3) sekitar pukul 15.30 WIB.

"Kami sita barang bukti sabu 6,76 gram, 25.000 pil dobel L, satu timbangan dan dua ponsel dari tersangka," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi kepada wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Jumat (26/3/2021).

Deddy menjelaskan Vivin merupakan bandar yang memasok sabu ke dua narapidana kasus narkoba di Lapas Mojokerto. Yakni kakak kandung Vivin, Ahmad Luvis Risvanda (28) dan teman Luvis, Rizal Fian (23), warga Desa Simogirang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.

"Tersangka sudah dua kali menyelundupkan narkotika ke lapas dengan modus menyelipkan di makanan," terang Deddy.

Penyelundupan pertama, lanjut Deddy, dilakukan Vivin sendiri. Tersangka berhasil mengirim 2 gram sabu ke Lapas Mojokerto.

"Dia mengaku 2 gram sabu dengan modus yang sama. Untuk dijual di lapas karena tidak ada barang yang gratis," jelasnya.

Untuk kedua kalinya, Vivin memanfaatkan IA (58), ibu kandung Rizal pada Rabu (24/3) pagi. Dia memasukkan 10 paket kecil sabu ke dalam tahu isi. Selanjutnya, tersangka menitipkan gorengan berisi sabu itu ke IA yang saat itu akan membesuk putranya di Lapas Mojokerto.

"Dari Sidoarjo, ibu ini bertemu dengan Vivin di Jalan Taman Siswa. Menerima titipan itu, selanjutnya si ibu langsung menuju ke lapas," ungkap Deddy.

Penyelundupan sabu menggunakan tahu isi berhasil digagalkan petugas Lapas Mojokerto. 10 paket kecil yang ditemukan di dalam tahu isi berisi 88,58 gram sabu.

Polisi yang menangani kasus ini, menatapkan Rizal, Vivin dan Luvis sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Yang dua terpidana tetap ditahan di lapas, yang satu di Polresta Mojokerto," tandas Deddy.

(iwd/iwd)