Business Networking Forum, Kiat Pemprov Jatim Promosikan Peluang Investasi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 21:21 WIB
Business Networking Forum
Business Networking Forum ( Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pemprov Jatim memiliki kiat khusus dalam mempromosikan peluang investasi. Salah satunya melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dengan menggelar Business Networking Forum (BNF).

Kepala DPM-PTSP Jatim Aris Mukiyono mengatakan kegiatan BNF 2021 ini merupakan strategi mempromosikan proyek strategis nasional yang ada di Jatim sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019. Ada banyak pembangunan yang ada di Jatim, mulai pengembangan Bromo Tengger Semeru, Selingkar Wilis, dan juga Selingkar Ijen.

"Ini dalam upaya mewujudkan dan mempercepat realisasi pelaksanaan Perpres 80 tahun 2019, yang mana terdapat 218 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 294,34 triliun dengan alokasi pembiayaan berasal dari APBN, APBD, BUMN/BUMD, KPBU dan Swasta," kata Aris di Surabaya, Kamis (25/3/2021).

"Maka di era sekarang ini, kolaborasi investasi menjadi hal yang ideal untuk melakukan percepatan investasi mengingat keterbatasan sumber pendanaan pemerintah yang semakin berkurang untuk memenuhi berbagai jenis pelayanan publik yang terus meningkat," imbuhnya.

Tak hanya itu, Aris menyebut kolaborasi ini berdampak terhadap sinergitas dan efisiensi waktu. Hal ini juga berdampak pada sumber pembiayaan, karena dalam kolaborasi akan melibatkan para profesional dan teknologi kekinian.

Aris menambahkan hal ini sesuai amanah Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk bersinergi dengan daerah dalam mempromosikan investasi secara berkelanjutan. Forum ini, lanjutnya, merupakan bagian dalam penguatan sinergi dan kolaborasi yang dimaksud.

Selain itu, Aris mengatakan upaya ini bisa diwujudkan melalui investasi berbasis Investment Project Ready To Offer (I-PRO) untuk menarik minat calon investor. I-PRO merupakan proyek investasi Clear and Clean, yaitu proyek yang memiliki Feasibility Study serta tidak memiliki kendala izin usaha dan lahan.

"Mengingat pentingnya kolaborasi bisnis berbasis I-PRO itulah maka kami mengelar BNF ini. Yang Alhamdulillah kemarin melibatkan narasumber dari berbagai kalangan profesional dan praktisi. Yang tujuannya meningkatkan kolaborasi bisnis berbasis I-PRO mendorong minat instansi terkait, asosiasi dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di Jawa Timur dan membuka peluang bisnis dan investasi bisnis berkelanjutan di Jawa Timur," papar Aris.

Sementara itu, kegiatan ini dihelat selama dua hari, mulai Selasa (23/3) hingga Rabu (24/3) di Banyuwangi dan secara hybrid dihadiri 70 peserta offline dari Consul General of Japan, Consul General of Australia, Consul General of RRC, hingga Perwakilan Kedutaan Besar United Kingdom di Surabaya.

Sedangkan yang hadir secara online yakni perwakilan dari KBRI Dubai, KBRI Singapore, KBRI Australia, KBRI Jepang, KBRI Korea, IIPC Sydney - Australia, IIPC Singapura, IIPC Jepang dan IIPC UEA.

"Kami berusaha terus mempromosikan Jawa Timur untuk menarik sektor sektor strategis berinvestasi di Jatim. Kita ingin investasi menjadi salah satu pengungkit ekonomi Jatim di tengah pandemi," ungkap Aris.

"Sebab kita tahu, nyatanya selama setahun 2020 kemarin, investasi kita justru tumbuh. Realisasi Investasi Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2020 mencapai Rp 78,3 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp 22,6 triliun dan PMDN sebesar Rp 55,7 triliun. Capaian ini meningkat 33,8% dibanding tahun sebelumnya. Sementara skala nasional investasi naik 2,1%," lanjutnya.

(hil/iwd)