Polisi Sebut Benda Mencurigakan di Kasus Cabai Dicat Bentuknya Saset Oranye

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 20:54 WIB
viral cabai dicat
Olah TKP polisi di lokasi dapur tempat cabai diduga dicat (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Polisi terus melakukan pemeriksaan secara maraton kasus cabai rawit yang diduga dicat. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa saksi lebih dari 5 orang. Polisi juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari Labfor Cabang Surabaya.

"Saksi sudah lebih dari 5 orang yang kami periksa. Karena ini penjual dan pembeli saling lapor. Makanya perlu hati-hati dalam melakukan pengungkapan kasus ini," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Kamis (25/3/2021).

Pemeriksaan dilakukan untuk merunut aksi unggahan video viral cabai dicat. Karena, video viral tersebut membuat masyarakat Banyuwangi resah.

"Kami sudah menyimpulkan dan melengkapi dengan barang bukti yang saat ini diperiksa Labfor Cabang Surabaya. Kami menunggu itu," tambahnya.

Hasil uji laboratorium dari Labfor cabang Surabaya, kata Arman, diprediksi bakal selesai selama 3 hari. "Besok kita akan umumkan hasilnya," tambahnya.

Sementara, saat ditanya benda mencurigakan yang ditemukan saat oleh TKP di dapur milik Suryani (73), di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Rabu (24/3/2021) kemarin, Arman enggan berkomentar banyak.

"Soal benda itu kami sudah kirimkan ke Labfor Surabaya bersama dengan wajan penggorengan dan sisa cabai. Bentuknya lonjong dalam bentuk packing saset berwarna oranye," terangnya.

Benda misterius itu bentuknya mirip cat. Namun sangat mudah dihapus. Benda itu ditemukan di sekitar penggorengan yang digunakan untuk menumis cabai. Sementara jika dikonsumsi oleh masyarakat sangat tidak dianjurkan.

"Benda ini sebagai pembanding dari barang bukti yang kita sita. Semuanya sudah di labfor. Makanya kita menunggu hasilnya," pungkasnya.

Sebelumnya, viral sejumlah video yang tentang cabai rawit yang diduga dicat. Dalam video itu digambarkan cabai yang sedang ditumis mengeluarkan cairan warna oranye kemerahan. Semakin lama, cairan itu terlihat semakin mengental.

Pembuat video juga berkomentar tentang kondisi cabai rawit tersebut sambil mengaduk-aduk cabai yang ditumis

"Lombok iso dicet lho. deloken to. ati-ati tenan dulur-dukur kabeh konco2 kabeh lek ngumbah sing tenana. Deloken iki lho cet iki lho. cat oren warna lombok iki lho (Lombok bisa dicat lho. Lihatlah. Hati-hati saudara-saudata semua, teman-teman semua. Kalau mencuci yang bersih. Lihatlah ini kan cat. Cat warna Oren Lombok)," ujar pria dalam video tersebut.

Seperti diketahui saat ini harga cabai rawit di pasaran memang sedang melambung tinggi. Harganya sempat menyentuh angka Rp 110 ribu per kilogram.

Simak Video: Polisi Periksa Pengunggah Video Cabai Dicat di Banyuwangi

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)