Aktivis Antimasker Dipindah ke Lapas Banyuwangi, Berulah di Persidangan?

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 19:26 WIB
aktivis antimasker
Aktivis antimasker M Yunus Wahyudi dipindah dari tahanan polisi ke Lapas Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Setelah membuat ulah di proses persidangan, aktivis antimasker dan terdakwa berita hoaks COVID-19, M Yunus Wahyudi dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banyuwangi. Pemindahan terhadap terdakwa ini dilakukan karena permintaan Majelis Hakim.

Yunus dipindahkan dari Polsek Giri, Banyuwangi ke Lapas Banyuwangi, pada Rabu (24/3). Pemindahan dilakukan Kejari Banyuwangi dengan pengawalan ketat menggunakan mobil tahanan. Saat ini, Yunus berada di ruang mapenaling (masa pengenalan lingkungan) selama dua pekan.

Kepala Lapas Banyuwangi Wahyu Indarto mengatakan pihak Lapas langsung menjalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Kita tetap laksanakan sesuai SOP yang ada, dengan menempatkan di ruang tahanan mapenaling bersama para tahanan lainnya," ujar Wahyu kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

Menurut Wahyu, tidak ada penanganan secara khusus kepada pentolan LSM tersebut. Hanya saja, seluruh petugas diminta untuk menerapkan SOP yang ada.

"Kami secara tegas tetap untuk bekerja sesuai SOP, tidak ada perbedaan antara napi," tegasnya.

Pemindahan aktivis antimasker itu dilakukan sesuai dengan penetapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

"Pemindahan itu dilakukan karena sesuai penetapan hakim, sehingga dari Polsek Giri dipindah ke Lapas," ujar Kasi Intelijen Kejari Banyuwangi Hendro Wasisto kepada wartawan.

Hendro mengatakan pemindahan tersebut bukan karena adanya masalah dalam proses sidang. Melainkan hanya penetapan dari Majelis Hakim. Sehingga penahanan Yunus diserahkan sepenuhnya di Lapas.

"Setelah pemindahan ini, nanti yang berhak mengatur pihak Lapas," tegasnya.

Seperti diberitakan aktivis antimasker yang juga terdakwa kasus berita bohong atau hoaks bahwa di Banyuwangi tidak ada COVID-19, M Yunus Wahyudi marah-marah dalam proses sidang online yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Yunus marah-marah dengan membentak Majelis Hakim, Khamazaro Waruwu karena menilai sidang secara virtual yang digelar Senin (22/3/2021) itu merugikan dirinya.

Momen marah Yunus terjadi saat Majelis Hakim bertanya kepada Yunus adanya tanggapan atau tidak dengan isi tanggapan eksepsi dari JPU. Yunus marah lantaran suara yang disampaikannya tidak terdengar jelas di ruang sidang Garuda. Sidang online pun juga membuat dirinya tak bisa mendengarkan dengan baik jalannya sidang. Sehingga dianggap merugikan dirinya.

(iwd/iwd)