Terdakwa Aktivis Antimasker di Banyuwangi Marah-marah Disidang Secara Online

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 20:33 WIB
aktivis antimasker
Sidang online aktivis antimasker (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Aktivis antimasker yang juga terdakwa kasus berita bohong atau hoaks bahwa di Banyuwangi tidak ada COVID-19, Muhammad Yunus Wahyudi marah-marah. Yunus marah dalam sidang online yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Yunus marah-marah dengan membentak Majelis Hakim, Khamazaro Waruwu karena menilai sidang secara virtual yang digelar Senin (22/3/2021) itu merugikan dirinya.

Momen marah Yunus terjadi saat Majelis Hakim bertanya kepada Yunus adanya tanggapan atau tidak dengan isi tanggapan eksepsi dari JPU. Yunus marah lantaran suara yang disampaikannya tidak terdengar jelas di ruang sidang Garuda. Sidang online pun juga membuat dirinya tak bisa mendengarkan dengan baik jalannya sidang sehingga dianggap merugikan dirinya.

"Ini merugikan saya. Kami sudah meminta untuk sidang secara langsung, karena sidang secara online ini tidak berjalan maksimal dan merugikan saya," teriak Yunus yang menjalani sidang di Polsek Giri.

aktivis antimaskerPendukung Yunus di Pengadilan Negeri Banyuwangi Foto: Ardian Fanani)

Bukan hanya Yunus, sejumlah pendukung Yunus yang memenuhi ruang sidang juga sempat emosi. Mereka berteriak-teriak dengan menyebut nama Allah, untuk meminta keadilan.

"Kami hanya minta keadilan bagi saudara kita Yunus Wahyudi, karena sudah beberapa kali sidang online ini suaranya Yunus tidak jelas," teriak Imam, salah satu pendukung Yunus.

Majelis Hakim yang melihat tingkah laku Yunus dan pendukungnya, menilai terdakwa tidak menghormati sidang yang digelar. Khamazaro meminta kepada Yunus dan para pendukungnya untuk diam. Khamazaro menilai terdakwa tidak menghargai proses persidangan dan menghargai dirinya sebagai Hakim.

"Diam semuanya, kamu (Yunus) tidak menghargai saya ya," bentak Khamazaro Waruwu.

"Sidang kami tutup, kita lanjutkan pekan depan untuk putusan sela. Kami akan melakukan diskusi bersama terlebih dahulu," pungkasnya seraya memukulkan palu tiga kali.

M. Yunus Wahyudi, oknum LSM yang juga aktivis antimasker dari Banyuwangi ditahan polisi, Rabu (14/10/2020) lalu, setelah menjadi tersangka kasus penyebaran hoaks di media sosial bahwa di Banyuwangi tidak ada COVID-19. Yunus juga melakukan penjemputan paksa jenazah positif COVID-19.

Yunus dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU No 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

(iwd/iwd)