Ini Jadi Solusi Pembangunan Masjid di Tanah Wakaf yang Berujung Laporan Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 23:23 WIB
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Persoalan perluasan Masjid Al Hidayah di Jombang yang dilaporkan ke polisi lantaran diduga menyerobot tanah warga, berpeluang besar diselesaikan secara damai. Yakni dengan mengembalikan batas-batas tanah wakaf dan tanah pelapor sesuai bukti kepemilikan yang sah.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan saat ini pihaknya meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengembalikan batas-batas tanah yang menjadi objek permasalahan. Baik tanah wakaf Masjid Al Hidayah yang disertifikatkan atas nama Tajid, maupun tanah Suwaji (72) di Dusun Sidomukti, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jombang.

Suwaji merupakan orang yang mengadukan panitia pembangunan dan perluasan Masjid Al Hidayah ke Polres Jombang pada 27 Januari 2021. Panitia yang diketuai Suwoko (52), warga Dusun Sidomukti itu diduga menyerobot tanah miliknya untuk perluasan masjid.

"Kami akan mengirimkan surat ke BPN meminta pengembalian batas tanah dengan dilampirkan masing-masing bukti yang dibawa kedua pihak. Karena kedua pihak sama-sama memiliki alas hak berupa sertifikat hak milik. Dari situ BPN akan mengecek warkah-warkah dari tanah yang dimaksud," kata Teguh kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (24/3/2021).

Teguh menjelaskan BPN pada posisi sebagai saksi ahli dalam persoalan ini. Keterangan BPN akan meluruskan perselisihan antara Suwaji dengan panitia pembangunan dan perluasan Masjid Al Hidayah. Tentunya dengan mengembalikan batas-batas tanah yang menjadi objek masalah sesuai sertifikat hak milik.

"Nantinya BPN akan didampingi penyidik datang ke TKP agar menunjukkan batas-batasnya berdasarkan data yang ada. Sehingga bisa kami jadikan pedoman pihak mana yang melampaui batasan wilayahnya hingga mengambil hak pihak yang lain," terang Teguh.

Setelah BPN mengembalikan batas-batas tanah sesuai bukti kepemilikan, lanjut Teguh, pihaknya akan berupaya mendamaikan Suwaji dengan panitia pembangunan dan perluasan Masjid Al Hidayah. Dia berharap kedua pihak bersedia damai agar tidak memicu persoalan yang lain di lingkungan mereka.

Selanjutnya
Halaman
1 2