Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran SPBU di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 01:04 WIB
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki asal sumber api hingga mengakibatkan kebakaran.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang - Polisi menyelidiki penyebab kebakaran SPBU 54.651.77 di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang, Kamis (18/3). Sejumlah saksi diperiksa, termasuk memburu sopir angkutan umum yang terbakar.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki asal sumber api hingga mengakibatkan kebakaran.

Hasil keterangan sementara beberapa saksi di TKP, kata Tinton, sumber api berasal dari mobil angkutan umum atau mikrolet, sebelum kemudian bergerak mendekati dan membakar pompa pengisian bahan bakar.

"Keterangan sementara disampaikan, api dari mikrolet (angkutan umum) dan kemudian membakar dispencer. Kami masih mendalami, termasuk melibatkan Tim Labfor untuk olah TKP dan memastikan dari mana sumber api," terang Tinton kepada wartawan di mapolresta, Jumat (19/3/2021).

Menurut Tinton, hasil penyelidikan bersama Labfor diharapkan mampu menentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas kebakaran itu.

Ditanya soal identitas sopir mikrolet yang diduga menjadi awal terjadinya kebakaran? Tinton mengaku, pihaknya masih memburu keberadaannya.

"Karena kita belum tahu apakah sopir itu pemilik mobil tersebut atau ada yang menyuruhnya. Karena kita belum ketemu orangnya," imbuhnya.

Penyelidikan juga menyasar rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian. Akan tetapi, Tinton menyebut, bahwa dugaan sementara CCTV tak beroperasi saat peristiwa kebakaran terjadi.

"Tentu kami akan menyelidiki rekaman CCTV juga, masih belum ketemu juga dengan operatornya," lanjut Tinton.

Selama penyelidikan usai kebakaran, Satreskrim Polresta Malang Kota telah meminta keterangan sejumlah saksi. Salah satunya operator pompa pengisian bahan bakar.

"Selama penyelidikan, garis polisi akan dipasang di SPBU. Kami juga belum bisa katakan itu ada drum atau jeriken isi minyak apa tidak dalam mobil. Termasuk ada keterangan saksi mobil bersangkutan bolak-balik tiga kali," pungkasnya. (sun/bdh)