Soal Wacana Presiden 3 Periode, PWNU Jatim Ajak Elite Politik Bicara Produktif

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 16:13 WIB
Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib
Wakil Ketua PWNU Jatim Gus Salam (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Isu soal masa jabatan presiden 3 periode kembali dibicarakan setelah sebelumnya diungkit pendiri Partai Ummat, Amien Rais. PWNU Jatim meminta elite politik berbicara hal yang produktif.

"Menurut saya tidak perlu itu pembicaraan tidak penting. Sebaiknya elite politik berbicara yang produktif, bermanfaat saja untuk rakyat. Supaya energi kita bisa terfokus untuk mensejahterakan rakyat," ujar Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib kepada detikcom, Selasa (16/3/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Salam ini menilai, wacana presiden 3 periode sudah tidak relevan. Pasalnya, sejak era reformasi, telah disepakati jabatan presiden maksimal 10 tahun atau 2 periode.

"Jabatan presiden ini kan sesuai amanat reformasi yang dicanangkan 1998, sudah jalan baik. Pasca reformasi pergantian kekuasaan bisa berjalan damai, berbeda saat orde lama ke orde baru, yang berkuasa lebih dari 2 periode, puluhan tahun ada dinamika PKI dan seterusnya. Orde baru runtuh, setelah Pak Soeharto berkuasa 30 tahun lebih. Sesuai UU ini dibatasi 2 periode. Semua berjalan damai saat masa transisi, melihat sejarah ini alangkah indahnya konstitusi yang disepakati bersama dilakukan dengan kejujuran," terangnya.

Untuk saat ini, Gus Salam berharap pemerintah bisa fokus menangani masalah pandemi COVID-19. Terlebih untuk para elite politik, harus bersama untuk menyelesaikan masalah bangsa, bukan malah membuat kontroversi.

"Kita ini kan harus mempersatukan barisan, kerja sama, konsolidasi, melepaskan dari situasi saat ini yang dampak buruknya di seluruh lini kehidupan. Elite-elite ini agar lebih fokus, lebih bijak, supaya energi kita terserap ke hal yang produktif dan jangan yang tidak bermanfaat," katanya.