Saluran Limbah Pabrik Kertas di Bondowoso Ditutup Karena Cemari Lingkungan

Chuk Shatu Widarsha - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 15:26 WIB
Petugas gabungan menutup saluran limbah pabrik kertas dan sumpit di Bondowoso. Penutupan dilakukan setelah beberapa kali diperingatkan soal pembuangan limbah yang mencemari lingkungan.
Petugas gabungan menutup saluran limbah pabrik kertas dan sumpit di Bondowoso/Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom
Bondowoso - Petugas gabungan menutup saluran limbah pabrik kertas dan sumpit di Bondowoso. Penutupan dilakukan setelah beberapa kali diperingatkan soal pembuangan limbah yang mencemari lingkungan.

"Iya betul. Penutupan terpaksa dilakukan karena beberapa kali diperingatkan tak digubris," jelas Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Roby Hartanto saat dikonfirmasi detikcom di lokasi, Senin (15/3/2021).

Roby memaparkan, sebelumnya Pemkab Bondowoso telah beberapa kali bersurat ke PT Bonindo Abadi, yang memproduksi kertas budaya dan sumpit tersebut. Namun tak diindahkan.

"Kami hanya mem-back up Satpol PP dan Pemkab. Karena bupati memang sudah mengeluarkan surat keputusan tentang limbah pabrik tersebut," terang Roby.

Menurutnya, penutupan saluran limbah pabrik bukan pada pabriknya. Tapi IPAL (instalasi pengolahan air limbah) beserta saluran pembuangannya. Bisa dibuka kembali jika limbahnya sudah memenuhi ketentuan.

Dalam penutupan IPAL di pabrik yang terletak di Desa Pekauman, Grujugan, Bondowoso tersebut, tim gabungan terdiri dari Satpol PP dan polisi yang berjumlah setidaknya 1 SSK. Mereka dari berbagai fungsi.

Untuk diketahui, PT Bonindo merupakan industri yang memproduksi kertas budaya dan sumpit yang diekspor. Bahannya terdiri dari bambu yang kemudian dijadikan pulp. Proses pembuatan pulp inilah yang diduga menghasilkan limbah pembuangan yang tidak sehat.

Sebab, limbah yang disalurkan ke luar pabrik ini mencemari lingkungan sekitar. Yakni menyebabkan air sumur warga sekitar berbau dan tak bisa dipergunakan.

Bahkan, sisa pembuangan limbah pabrik ini juga berbau tak sedap. Terutama saat limbah dibuang dan mengalir ke saluran desa.

Simak juga Video: Seni Kria Kerajinan Limbah Kertas, Payung Geulis Bandung

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)