1.824 Hektare Lahan di Ponorogo Siap Ditanami Porang

Charolin Pebrianti - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 13:04 WIB
Lahan seluas 1.824 hektare di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun siap ditanami porang. Tanaman bernama latin Amorphophallus muelleri ini berpotensi besar di pasar ekspor.
Petani porang di Desa Selur bersama investor/Foto: Charolin Pebrianti/detikcom
Ponorogo -

Lahan seluas 1.824 hektare di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo siap ditanami porang. Tanaman bernama latin Amorphophallus muelleri ini berpotensi besar di pasar ekspor.

Sebab, umbi porang yang bisa diolah jadi tepung ini banyak dicari. Terutama di Jepang, Cina, Taiwan dan Korea. Tepungnya biasa dijadikan bahan baku industri untuk kosmetik, pengental lem, mi ramen dan campuran makanan.

"Luasan Desa Selur ada 1.824 hektare yang siap ditanami porang. Tahun ini petani kami sudah mulai melakukan penanaman baik di lahan mandiri maupun milik Perhutani," tutur Kades Selur, Suprapto kepada detikcom, Senin (15/3/2021).

Suprapto menerangkan, pengembangan tanaman porang dilakukan karena memiliki pasar ekspor yang menjanjikan. Serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kegiatan budidaya porang ini jadi motivasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Selur," jelas Suprapto.

Menurutnya, terbukanya lahan ini atas kerja sama antara Pemdes Selur dengan Perhutani yang dibalut dengan Program Agroforestry berbasis sadapan.

Pihaknya pun berharap banyak investor yang akan datang ke Desa Selur mengembangkan tanaman porang. Sekaligus adanya perhatian dari Pemkab Ponorogo maupun Pemprov Jatim.

"Ini yang kita harapkan permodalan dari masyarakat juga terkait dengan teknologi karena masyarakat masih bersifat konvensional," tambah Suprapto.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, umbi porang mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air.

Biasanya digunakan sebagai aditif makanan, pengental atau emulsifier. Porang merupakan tanaman toleran dengan naungan 60 persen. Serta mampu tumbuh di berbagai jenis tanah di ketinggian nol sampai 700 meter di atas permukaan laut.

(sun/bdh)