Pantai Pulau Merah Sepi Pengunjung Saat Libur Panjang, Diduga soal Isu Tsunami

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 11:19 WIB
Pantai Pulau Merah, di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi
Tempat wisata Pulau Merah Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Pantai Pulau Merah, di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi sepi pengunjung saat libur panjang Isro' Mi'roj dan Nyepi. Sepinya pengunjung pantai favorit di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini diduga terjadi setelah muncul isu tsunami. Apalagi, pantai ini menghadap langsung ke pantai Selatan Jawa.

Penurunan terjadi hingga 80 persen lebih. Biasanya, Pantai Pulau Merah dikunjungi hingga 2 ribu orang. Namun saat ini, pengunjung yang datang hanya sekitar 300-an orang.

"Karena isu adanya tsunami di Pantai Selatan Jawa yang diungkap BMKG membuat Pulau Merah sepi. Tanggal 11 Maret kemarin saja hanya dikunjungi 300-an orang," ujar Ali Mabrur, Pengelola Pantai Pulau Merah kepada detikcom, Sabtu (14/3/2021).

Selain isu tsunami, kata Ali, sepinya Pantai Pulau Merah ini, terjadi karena Pemberlakuan PPKM Mikro di Banyuwangi. Waktu berkunjung dan berwisata yang dibatasi dari pukul 9 pagi hingga pukul 15.00 WIB, membuat wisatawan berkurang minat datang ke Pulau Merah.

"Makanya ada penurunan wisatawan yang datang. Tapi yang jelas selama pandemi COVID-19 ini menurun drastis pengunjung di sini," tambahnya.

Sebelum pandemi COVID-19, Pantai Pulau Merah mencatatkan rekor menjadi pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan, beberapa tahun lalu, pantai ini dikunjungi 2000 wisatawan setiap hari. Jika hari weekend pun bisa sampai 3 ribu wisatawan.

"Bahkan kalau long weekend nisa sampai 5 ribu wisatawan. Tapi setelah pandemi turun drastis," tambahnya.

Padahal, kata Ali, protokol kesehatan ketat dilakukan bagi wisatawan yang datang ke Pulau Merah. Pengukuran suhu tubuh, wajib mencuci tangan dan menggunakan masker dilakukan. Pengunjung juga wajib menjaga jarak, saat berwisata di Pantai yang sering digunakan kompetisi surfing ini.

"Protokol kesehatan kita lakukan sangat ketat. Setiap Senin kita libur. Kita lakukan penyemprotan di beberapa titik. Pembersihan dilakukan secara ketat," tambahnya.

Kondisi ini juga sama terjadi di Pantai Mustika, Pesanggaran Banyuwangi. Pantai yang berada di sebelah Barat Pantai Pulau Merah ini juga sepi karena isu tsunami dan PPKM Mikro.

"Lebih sepi kayaknya dibandingkan Pulau Merah. Tapi penurunannya lebih besar di Pulau Merah," tandasnya.

Sebelumnya, BMKG Pusat melihat ada potensi gempa dan tsunami di Perairan Selatan Jawa. Hal ini terlihat adanya aktivitas kegempaan di perairan selatan Jawa Timur intensitas terus meningkat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa-gempa di selatan Jawa Timur jumlahnya semakin meningkat melebihi rata-rata tahun-tahun sebelumnya. Sehingga potensi terjadinya gempa besar dan tsunami bisa akan terjadi.

"Potensi gempa tertinggi bisa mencapai M 8,7 dan risiko paling parah bisa menimbulkan tsunami dan gelombang tinggi mencapai 18 meter," ujarnya saat lawatannya di Banyuwangi, Kamis (5/3/2021).

Merespon kondisi itu, Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati turun ke Banyuwangi. Pihaknya bersama petugas BMKG Stasiun Meteorologi Klas III Banyuwangi, BPBD dan warga mengecek langsung alat dan jalur evakuasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kunjungan tersebut untuk memastikan peralatan Early Warning System (ERS) yang dipasang beberapa titik termasuk di Pancer bisa berfungsi dengan baik.

(fat/fat)