Gilang Predator Fetish Pocong Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Jaksa Banding

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 21:53 WIB
gilang fetish kain jarik
Sidang vonis Gilang predator fetish pocong (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Gilang predator fetish pocong divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Atas vonis itu, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Perak mengajukan banding.

Jaksa Kejari Perak, I Gde Willy Pramana mengatakan pihaknya melakukan banding karena ada satu dari tiga pasal yang tidak dipertimbangkan hakim. Adapun yang tidak dipertimbangkan yakni pasal 335 atau mengancam orang lain agar melakukan sesuatu yang dikehendaki.

"Iya kami banding. Soalnya kami kan mengajukan tiga pasal yang kemarin. Ada pasal 335, terus pasal 82 dan yang terakhir pasal 289. Nah yang gak dipertimbangkan sama Yang Mulia itu pasal 335," ujar Willy kepada detikcom, Jumat (12/3/2021).

"Kami mengajukan banding sudah Senin lalu. Kalau pihak Gilang banding atau tidak kami belum mendapat informasi," imbuh Willy.

Sedangkan untuk putusan hakim yang lebih rendah dari tuntutan, Willy mengaku tidak mempermasalahkannya. Sebab tuntutan 8 tahun penjara menjadi 5 tahun 6 bulan itu sudah 2/3 dari berat bobot tuntutan.

"Kalau putusan pada dasarnya tidak masalah. Asalkan berat bobot lamanya pidana itu 2/3 atau lebih udah kita tidak perlu banding. Itu kan kalau dituntut 8 diputus 5,6 itu kan masih dekat 2/3. Nah itu kalau gak dalah 2/3 itu kan 5 tahun 3 bulan," jelasnya.

Jadi sebenarnya gak masalah. Tapi kami banding karena ada pertimbangan satu pasal yang tidak dipertimbangkan," tambah Willy.

Sebelumya, Gilang Aprilian Nugraha Pratama, terdakwa fetish pocong divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Majelis menjatuhkan vonis tersebut karena terbukti melanggar pasal tentang UU ITE, Perlindungan Anak dan Asusila.

Dalam sidang vonis itu, Gilang hanya mendengarkan putusan melalui video teleconference dari Polrestabes Surabaya. Adapun sidang digelar di ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama 5 dan 6 bulan tahun," kata hakim ketua Khusaini saat membacakan putusan, Rabu (3/3/2021).

Dalam putusan itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 50 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan 3 bulan penjara.

"Dan pidana penjara sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti kurungan penjara selama 3 bulan," ujar hakim.

(iwd/iwd)