Satgas COVID-19 Sebut Belum Ditemukan Kasus Corona B117 di Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 20:51 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril
Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Dua kasus Corona B117 ditemukan di Indonesia. Satgas COVID-19 Jatim hingga Minggu (7/3) belum menemukan adanya laporan Corona B117 di Jatim.

"Sampai saat ini belum ada laporan Corona B117 di Jatim. Beberapa waktu lalu di Lab ITD Unair sudah melakukan cek ke 71 sampel, hasilnya tidak ditemukan," ujar Jubir Satgas COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (7/3/2021).

Menurut Jibril, sampel yang dideteksi berasal dari berbagai pasien mulai pasien dengan gejala berat, sedang, hingga OTG (orang tanpa gejala).

"Jadi sampel-sampel itu diambil dari pasien yang sudah dinyatakan positif dengan kasus berbeda. Ada yang berat, ada yang OTG. Alasannya, kita lihat di pasien yang berat, mengapa kok sampai berat, apakah karena virusnya mutasi, atau memang pasien ini memiliki komorbid, sehingga memperburuk keadaannya ketimbang pasien yang terpapar namun OTG," terangnya.

"Hasilnya, dari 71 sampel, tidak ada yang menunjukkan Corona B117. Sampelnya dicek melalui mesin PCR, memang mesin PCR bisa mendeteksinya, namun butuh waktu karena harus mengurutkan genetiknya," lanjutnya.

Jibril menambahkan Satgas Jatim akan terus berkomunikasi dengan pihak ITD Unair terkait hasil tes sampel kepada pasien-pasien yang terpapar COVID-19.

"Biasanya memang random (ambil sampel) namun kebanyakan diambil dari pasien yang gejala berat. Nah B117 ini kan diagnosa awalnya cepat menular. Kalau cepat menular, semakin banyak yang terpapar tentu berisiko membawa virus ke orang yang komorbid, jadi ya lebih mematikan, karena cepat menyebar," terangnya.

"Sebelum Corona B117 ini ramai, dulu sempat ditemukan mutasi virus itu namanya D641G memang udah pernah ditemukan di Surabaya. Tepatnya Lab ITD Unair yang saat itu meneliti sampel itu," pungkas Jibril.

(iwd/iwd)