Akan Ada Swab Massal Jika Jenazah yang Diambil di Probolinggo Positif COVID-19

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 11:59 WIB
Sekelompok warga mengambil paksa jenazah pasien yang memiliki gejala COVID-19 di Probolinggo. Mereka akan dites swab jika pasien tersebut ternyata positif COVID-19.
Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo - Sekelompok warga mengambil paksa jenazah pasien yang memiliki gejala COVID-19 di Probolinggo. Mereka akan dites swab jika pasien tersebut ternyata positif COVID-19.

"Kemarin melalui pendekatan, ada 4 orang menyerahkan diri dari pihak keluarga pasien L. Sambil menunggu hasil swab pasien probable yang jasadnya diambil paksa. Jika hasilnya positif COVID-19, tim Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan swab massal, untuk mengetahui penyebaran atau penularan ke keluarga dan warga yang kontak erat ke jasad pasien probable berinisial L," ujar Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, Sabtu (6/3/2021).

Diperkirakan, hasil swab dari L (61) akan keluar hari ini atau paling lambat besok. Jumat (5/3), ada sekitar 50 orang dari keluarga pasien dan warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, yang ikut mengambil paksa jenazah L di RS PG Wonolangan di Kecamatan Dringu.

Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 4 orang yang sudah menyerahkan diri. Pihak kepolisian berharap warga lainnya yang ikut aksi ambil paksa jenazah dan melakukan kekerasan di rumah sakit, untuk segera menyerahkan diri. Sebelum petugas melakukan penangkapan.

"Masih dalam pemeriksaan intensif 4 orang yang kemarin menyerahkan diri, dan statusnya masih saksi. Kami berharap warga Desa Lemah Kembar yang ikut ambil paksa dengan cara anarkis, sampai melakukan penganiayaan dan perusakan, kami berharap kesadaran untuk menyerahkan diri, dari pada pihak kepolisian melakukan penangkapan," kata Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan.

Pasien yang memiliki gejala COVID-19 itu merupakan seorang perempuan berinisial L (61). Ia masuk RS PG Wonolangan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (4/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, pasien tersebut meninggal dunia.

Meski hasil tes swab belum keluar, pihak rumah sakit memutuskan bahwa pasien tersebut akan dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19 atau prokes. Sebab, pasien itu memiliki gejala COVID-19.

Namun sekitar satu jam usai pasien diumumkan meninggal, datang puluhan orang ke rumah sakit untuk mengambil paksa jenazah pasien gejala COVID-19 tersebut. Mereka merupakan warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Warga dan keluarga dari pasien gejala COVID-19 itu langsung masuk RS dan mengambil jenazah tersebut. Lalu membawa pulang jenazah tersebut menggunakan truk. Peristiwa itu sempat menyebabkan kemacetan di jalan pantura Dringu.

Simak juga 'Tolak Pemulasaran, Warga di Probolinggo Ambil Paksa Jenazah Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)