Pakar Sebut 31 Benda Pusaka yang Ditemukan di Lumajang Adalah Jimat

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 16:17 WIB
benda pusaka
31 Benda pusaka yang ditemukan (Foto: Nurhadi Wicaksono)
Surabaya - Sholeh Hadi (12), bocah di Desa Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang menemukan 31 benda pusaka. Benda-benda itu ditemukan Sholeh di pekarangan rumah tetangganya.

Pakar benda pusaka M Mashur Hidayat mengatakan benda yang ditemukan itu bukan termasuk artefak atau benda pusaka. Namun 31 benda itu merupakan jimat kuningan yang baru dibuat.

"Saya melihat foto-fotonya. Itu saya lihat detilnya, saya coba periksa itu masuknya ke kejimatan. Bukan tosanaji bukan keris," beber Hidayat kepada detikcom Jumat (5/3/2021).

"Terus itu dari bahan kuningan. Lihat detilnya ada ada yang godho, ada yang jimat keris yang kecil-kecil, ada yang jimatan semar. Ada yang model kayak cemeti. Jimatan itu ada yang dibuat di Garut, ada yang dibuat di Sumenep, sama di Jombang. Jadi itu buatan baru," imbuhnya.

benda pusakaFoto: Nurhadi Wicaksono

Menurut Hidayat, rata-rata barang itu bisa dibeli dari paranormal. Benda-benda itu biasanya dimiliki oleh para pencari jimat. Karena tergolong benda baru, ia membantah jika itu dianggap sebagai artefak atau pusaka.

"Kebanyakan kayak gitu itu dijual oleh para paranormal dan orang-orang yang butuh jimat-jimat yang beli. Jadi buatan baru itu kalau saya lihat. Termasuk ada yang keris semar itu jimatan. Jadi itu bukan termasuk artefak. Paling barang-barang seperti itu paling lama tahun 1980," terangnya.

Hidayat menambahkan, penemuan benda-benda tersebut merupakan hal lumrah. Sebab, oleh pemiliknya biasanya sengaja dibuang karena dianggap membawa kekuatan negatif bagi keluarga pemiliknya.

Untuk itu, ia mengimbau agar tidak terlalu mempercayai benda-benda yang berkategori jimat. Karena jika tak cocok maka yang didapat hanya kekuatan negatif bagi pemilik dan keluarganya.

benda pusakaFoto: Nurhadi Wicaksono

"Saya mengimbau teman-teman, pertama jangan terlalu mempercayai barang-barang yang sifatnya jimat. Karena itu tidak baik, dan kenyataannya di lapangan banyak yang dilarung atau dibuang begitu saja," tutur pria yang juga menjabat Ketua Harian Senopati Nusantara itu.

"Karena gak cocok, mungkin anaknya panas atau keluarganya ada yang sakit, akhirnya benda-benda itu ada yang dilarung, dibuang ke sungai, ke laut, ada yang dipendem. Ada yang dibuang begitu saja di sawah. Berkali-kali itu ditemukan seperti itu," tandas Hidayat.

31 Benda pusaka itu ditemukan oleh Sholeh Hadi pada Rabu (24/2) di pekarangan rumah tetangganya. Awalnya ada 8 benda yang ditemukan. Selang beberapa hari kemudian, Sholeh kembali menemukan benda pusaka lainnya di lokasi tersebut hingga total terkumpul 31 benda pusaka. Benda pusaka tersebut berwarna kuning emas.

Benda pusaka berwarna kuning keemasan tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti keris, semar, cambuk, patung. Keluarga Sholeh akhirnya menyerahkan benda tersebut kepada Pemerintah Desa Selok Awar Awar. (iwd/iwd)