Peneliti Sebut Bandara Kecolongan Corona B117, KKP Soetta: Sudah Sesuai SE

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 12:25 WIB
Yellow SARS-CoV-2 lineage B.1.1.7 mutation virus tape barrier beyond a quarantine point.
Foto: Getty Images/iStockphoto/serts
Surabaya - Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom menyebut masuknya virus Corona B117 ke Indonesia karena bandara kecolongan. Dia pun menyarankan SOP harus lebih dipertegas mencegah masuknya varian baru virus Corona.

Ketua KKP Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko saat dikonfirmasi menyebut pihaknya sudah melakukan sesuai prosedur yang ada.

"Sudah sesuai SE (Surat edaran)," kata Darmawali lewat pesan singkat kepada detikcom, Jumat (5/3/2021).

Bagi penumpang pesawat rute domestik sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan No 19/2021. Serta, SE Kemenhub Nomor 21/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Prof Nidom mengaku bandara telah kecolongan saat Corona B117 ini masuk Indonesia. Pasalnya varian baru Corona B117 asal Inggris itu menjangkiti dua TKI yang baru pulang dari Arab Saudi.

"Sebetulnya masuknya B117 ini karena di bandara kecolongan. Apakah SOP pasti berjalan dengan baik. Kalau yang positif di bandara apa langsung diuji virologinya, siquence dari virus itu. Nggak juga karena mahal," kata Prof Nidom.

Jika SOP-nya setiap orang dari luar negeri positif atau negatif harus diisolasi 5 hari, jelas Prof Nidom, dengan 5 hari itu diharapkan bahwa yang tadinya belum muncul virus, jadi muncul saat isolasi.

"Kalau muncul virusnya harusnya diteruskan. Kemudian yang positif PCR 5 hari, harus diperpanjang 14 hari diisolasi supaya virusnya tidak menyebar di tempat nanti kedatangan," pungkasnya.

Simak juga video 'Berapa Jumlah Varian Corona yang Sudah Ditemukan?':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)