Setahun Corona Dibarengi 170 Penghuni Panti Asuhan Malang Positif Swab Antigen

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 11:33 WIB
panti asuhan bhakti luhur
Panti Asuhan Bhakti Luhur (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Pengujung setahun corona di Malang diwarnai dengan 170 penghuni Panti Asuhan Bhakti Luhur yang dinyatakan positif swab antigen. Mereka kini menjalani karantina.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengungkapkan 170 orang dinyatakan terpapar COVID-19 terdiri dari 85 pengasuh dan 85 anak berkebutuhan khusus yang menghuni panti asuhan di Jalan Raya Dieng, Kota Malang, itu.

"Dari total 500 penghuni, sebanyak 170 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab antigen. Mereka diwajibkan untuk menjalani isolasi dan ditempatkan di bangunan berbeda," terang Husnul kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Husnul menambahkan isolasi mandiri akan berjalan selama 10 hari ke depan. Dinas Kesehatan akan melakukan pemantauan ketat terhadap 170 penghuni tersebut. Selama masa pemantauan, 170 penghuni akan diberikan asupan gizi yang cukup, serta penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Sehingga diharapkan usai 10 hari menjalani isolasi dan dilakukan kembali tes swab antigen, hasilnya berubah jadi negatif," ungkap Husnul.

Sementara dari hasil tracing terungkap, awal mula adanya sebaran virus COVID-19 dari lima orang penghuni panti asuhan. Mereka mengalami flu disertai batuk dan pilek, sejak Kamis (25/2/2021).

"Lima orang itu mengalami flu dan pilek hingga tidak kunjung sembuh, serta memiliki gejala mengarah COVID-19. Kemudian kami lakukan tracing dengan tes swab antigen, hasilnya positif," tegasnya.

Husnul menuturkan bahwa kelima orang penghuni panti asuhan yang menjadi awal mula kasus tersebut, telah dibawa ke RS lapangan di kawasan Idjen Boulevard untuk menjalani treatment.

"Lima orang yang dibawa menuju ke RS Lapangan Idjen Boulevard, terdiri dari empat orang pengasuh dan satu anak berkebutuhan khusus," tutupnya.

Husnul menambahkan, para penghuni Panti Asuhan Bhakti Luhur tersebut merupakan orang-orang dengan kebutuhan khusus, maka penanganan akan dilakukan berbeda. Para pengasuh di yayasan tersebut dilibatkan agar para penghuni tetap merasa nyaman.

"Penanganan tentunya berbeda dengan yang umum. Pengasuh di sini sudah hapal bagaimana karakter anak berkebutuhan khusus tersebut. Itu yang diperlukan, supaya mereka tetap nyaman untuk tinggal di sini, sekalipun terpisah," pungkas Husnul.

Simak video 'Danrem Cek Prokes di Panti Asuhan Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)