Panah hingga Samurai Diamankan dari Rumah Terduga Teroris di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 17:44 WIB
Densus 88 Antiteror mengamankan terduga teroris di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut. Terduga teroris ditangkap saat hendak salat Jumat.
Rumah terduga teroris di Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya - Densus 88 Antiteror mengamankan terduga teroris di Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Dari rumahnya, petugas menemukan panah hingga samurai.

Terduga teroris tersebut berinisial AIH (40). Ia tinggal di Jalan Medokan Sawah No 121. Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Medokan Ayu, Soepangin membenarkan soal penangkapan terduga teroris tersebut.

"Terus saya dihubungi Densus mau ada anu. Saya juga kaget saya nggak tahu. Saya keluar tahu-tahu ada polisi di situ. Uda gitu tok," lanjut Soepangin.

Soepangin mengaku ikut menyaksikan penggeledahan rumah terduga teroris tersebut. Menurutnya ada sejumlah barang yang dibawa dari rumah tersebut oleh Densus 88 Antiteror.

"Yang ditemukan saya hanya ikut menyaksikan mencari, tadi ada panah, samurai, alat-alat tinju nggak tahu. Katanya ikut taekwondo," ungkap Soepangin.

Menurut Soepangin, penggeledahan dilakukan oleh sekitar 10 petugas dari Densus 88 Antiteror. Mereka menggunakan lima mobil dan satu mobil polisi.

Soepangin memperkirakan, terduga teroris tersebut tinggal di Jalan Medokan Sawah sejak 10 tahun lalu. AIH dikenal sebagai orang yang baik di lingkungannya.

"Kesehariannya orangnya baik. Kalau ada orang meninggal yang ikut melayat takziah gitu," ungkap Soepangin.

Ia menambahkan, rumah terduga teroris tersebut ditempati lima orang dan memiliki usaha servis handphone dan jual pulsa.

"Jualan pulsa dan servis HP, di situ juga ada karyawannya lima orang," ungkap Soepangin.

Pihak kepolisian juga membenarkan soal penangkapan terduga teroris tersebut. Kanit Reskrim Polsek Rungkut Iptu Joko Soesanto mengatakan, pihaknya membantu mengamankan lokasi.

"Iya gitu. Betul (kami cuma diminta mengamankan lokasi) habis salat Jumat," kata Joko. (sun/bdh)