Penyebab 49 Paus Terdampar di Madura Terjawab

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 13:35 WIB
Sejumlah Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (19/2/2021). Sekitar 52 ekor Paus Pilot Sirip Pendek terdampar di pantai itu, tiga diantaranya berhasil diselamatkan dan sisanya sebanyak 49 mati. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
Warga berusaha mengembalikan paus ke tengah laut (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Surabaya -

Puluhan paus terdampar hingga mati di pantai Desa Patereman, Modung, Bangkalan pada Jumat (19/2). Penyebab terdampar hingga matinya puluhan paus tersebut diungkap peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair.

Sapto Andriyono, peneliti (FPK) Unair mengungkapkan ada empat dugaan yang menyebabkan puluhan mamalia laut tersebut terdampar hingga mati. Pertama karena adanya fenomena alam ekstrem seperti badai La Nina dan El Nino yang diduga turut mengubah sistem sonar paus.

"Fenomena alam La Nina dan El Nino juga memungkinkan perubahan magnetik di laut. Perubahan itu dapat berpotensi mengubah sistem sonar pada paus," beber Sapto dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Kamis (25/2/2021).

Menurut Sapto, peristiwa paus terdampar pernah terjadi sebelumnya pada 2016 di perairan Probolinggo. Saat itu dilaporkan 10 paus dari 32 ekor yang terdampar mati. Dan hal itu sangat memungkinkan serupa dengan yang ada di Bangkalan.

Puluhan paus terdampar di pesisir Pantai Desa Patreman, Modung, Bangkalan, Madura. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung mengecek paus yang terdampar tersebut.Gubernur Khofifah saat di lokasi paus terdampar (Foto: Dok Pemprov Jatim)

Sedangkan yang kedua, lanjut Sapto, ada dugaan paus terdampar di Bangkalan tersebut terdampar dan mati karena dipengaruhi tingkah laku, umur dan penyakit. Untuk faktor ini, ia mengaku masih meneliti dan mengkaji lebih lanjut.

"Ini kami juga terus meneliti terkait itu (tingkah laku, umur dan penyakit)," tutur pria yang juga wakil dekan FPK itu.

Adapun penyebab yang ketiga, Sapto menyebut karena masalah pencemaran dari daratan seperti plastik. Sampah itu diduga turut membuat puluhan paus itu stres hingga akhirnya bermigrasi dan mencari daerah yang tenang dan aman sehingga terdampar di Bangkalan.

Puluhan paus yang terdampar di pantai Desa Patereman, Bangkalan dikuburkan. Proses penguburuan dipercepat karena mengantisipasi air laut pasang.Penguburuan paus yang terdampar (Foto: Istimewa/Pemprov Jatim)

"Dengan kondisi sedimentasi yang tinggi dan pencemaran domestik berupa sampah dan plastik yang juga tersebar, ini menjadikan tingkat stres paus-paus yang terdampar sangat tinggi," jelas Sapto.

Terakhir, dugaan paus terdampar dan mati karena adanya aktivitas manusia yang berkerumun. Itu terbukti dari sejumlah video amatir warga di pantai tampak asyik berfoto bahkan dengan menunggangi paus-paus tersebut. Karena kondisi itu juga mampu membuat paus semakin stres dan menggangu lubang pernapasannya.

"Belum lagi warga yang berkerumun di sekitar paus yang mencoba memberikan pembasahan, namun kemungkinan dilakukan pada bagian dekat blow hole (Lubang pernapasan terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri). Ini malah menyebabkan mamalia laut stres akibat sulit bernafas," tandas Sapto.

Simak Video: Puluhan Ekor Paus Terdampar di Pantai Bangkalan Madura

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)