Dua Santriwati Korban Longsor Pamekasan Asal Jember Masih Bersaudara

Yakub Mulyono - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:31 WIB
Dua Santriwati Korban Longsor Pamekasan Asal Jember Masih Bersaudara
Rumah dua santri korban longsor Pamekasan (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember -

Dua santriwati korban longsor Pamekasan merupakan warga Jember. Dua santri masih bersaudara itu meninggal saat bangunan asrama putri Ponpes Annidhamiyah Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, tertimpa longsor.

Dari peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, 5 santriwati meninggal dunia. Tiga di antaranya dari Jember. Sedangkan dua santriwati asal Jember warga Dusun Botosari, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, masih bersaudara.

"Untuk korban di wilayah desa kami, yakni Susanti dan Nur Azizah. Tadi malam dari pihak keluarga (Orang tua dari kedua korban) sudah berangkat ke Madura," kata Kades Dukuh Mencek Nanda Setiawan saat dikonfirmasi di rumah duka, Rabu (24/2/2021).

Wawan mengatakan, terkait musibah longsor ini pihak keluarga menerima dengan ikhlas. Karena menurut keluarga korban, musibah yang dialami dampak dari bencana alam.

"Sehingga berusaha ikhlas menerima kondisi ini. Untuk pemakaman nanti di Desa Dukuh Mencek. Hubungan dua korban ini masih satu keluarga, rumahnya pun saling berhadap-hadapan," katanya.

Dia menambahkan, kedua korban diketahui sudah lama mengenyam pendidikan di Ponpes Annidhamiyah Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura.

"Tepatnya berapa lama saya tidak tahu pasti. Tapi memang seluruh keluarga itu pernah (Pengalaman) mondok di Ponpes Pamekasan itu. Saat ini kami dari pihak desa membantu persiapan pemakaman, dan memberikan bantuan bagi korban," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2