2 Orang Ini Terekam CCTV Lempar Paket Sabu ke Lapas Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 22:16 WIB
Dua orang ini terekam CCTV melempar paket sabu ke dalam Lapas Klas IIB Tulungagung. Pihak lapas mengaku kesulitan mengidentifikasi dua pelaku.
Rekaman CCTV saat pelaku melempar paket sabu/Foto: Istimewa
Tulungagung -

Dua orang ini terekam CCTV melempar paket sabu ke dalam Lapas Klas IIB Tulungagung. Pihak lapas mengaku kesulitan mengidentifikasi dua pelaku.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Tulungagung, Panji Wicaksono mengatakan, aksi pelemparan paket narkoba itu diketahui pada Senin (22/2). Petugas mengamankan paket sabu seberat 8,39 gram yang dilempar pelaku.

"Kemarin itu pukul 10.40 WIB pagi. Salah satu petugas kami mengetahui ada pengendara sepeda motor di jalan sisi utara lapas yang gerak-geriknya mencurigakan. Setelah diamati ternyata melempar sesuatu ke dalam lapas," kata Panji, Selasa (23/2/2021).

Usai melakukan pelemparan paket narkoba itu, kedua pelaku langsung kabur. Mengetahui adanya kejadian itu, petugas jaga segera melapor kepada kepala regu pengamanan dan dilakukan pengecekan di sekitar lokasi.

"Dari pemeriksaan di brandgang atau area antara pagar luar dengan dalam lapas, kami temukan paket yang diduga sabu tersebut. Kemarin kami timbang bersama pihak kepolisian beratnya 8,39 gram," jelasnya.

Ia menjelaskan, paket tersebut dibungkus bersama batu pemberat dan dilapisi dengan lakban. Pada saat pelemparan paket sabu itu, baru turun hujan deras. Sedangkan seluruh warga binaan berada di dalam blok masing-masing.

"Waktu itu baru hujan deras, sehingga warga binaan kami masukkan di blok. Biasanya kalau kondisi cerah, jam-jam segitu anak-anak ada kegiatan di luar blok. Seperti kegiatan keagamaan, ada juga yang di binker," ujarnya.

Panji juga menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dan menyerahkan barang bukti ke Satnarkoba Polres Tulungagung guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya mengaku kesulitan mengidentifikasi dua pelaku pelemparan, lantaran plat nomor kendaraan yang digunakan telah dicopot.

"Kami hanya bisa mengidentifikasi, sepeda motornya Scoopy," kata Panji.

KPLP Lapas Tulungagung mengaku terus mengintensifkan pengawasan di sekitar lapas, dengan memanfaatkan kamera pengawas maupun pemantauan langsung. "Pada jam-jam rawan lebih kami intensifkan lagi," jelasnya.

Tak hanya itu, usai pelemparan itu, petugas lapas juga melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan. Namun hasilnya nihil dan tidak ditemukan narkoba di dalam blok lapas.

Dalam catatan Lapas Tulungagung, selama setahun terakhir telah terjadi tujuh kali upaya pelemparan narkoba dari luar ke dalam lapas. Aksi pelaku rata-rata dilakukan pada pagi dan sore hari. "Jam rawannya pagi dan sore hari itu," pungkas Panji.

(sun/bdh)