Anggaran COVID-19 di Jombang Rp 150 M Jadi Sorotan, Ini yang Dinilai Janggal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 21:30 WIB
Ketua DPRD Jombang
Anggota Komisi D DPRD Jombang Mustofa (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Anggaran COVID-19 di Jombang yang mencapai Rp 150,6 miliar tahun ini, menjadi sorotan DPRD dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat. Pasalnya, terdapat anggaran yang dinilai sia-sia dan bantuan sosial untuk masyarakat justru dihentikan.

Anggaran Rp 150,6 miliar dari APBD Pemkab Jombang tahun 2021 tersebut digunakan untuk dua hal. Yaitu untuk penanganan COVID-19 Rp 55 miliar dan Rp 95,6 miliar untuk pemulihan ekonomi.

Anggota Komisi D DPRD Jombang Mustofa mengatakan, anggaran yang dinilai sia-sia adalah untuk pengadaan vaksin COVID-19. Yakni Rp 1,199 miliar untuk pengadaan obat dan vaksin di Dinas Kesehatan dan Rp 119.937.500 untuk pengadaan vaksin dan obat di RSUD Ploso.

"Saat hearing dengan Dinkes bulan lalu, kalau saya tidak salah tangkap, Dinkes menjelaskan karena vaksin dari pemerintah pusat, maka anggaran itu untuk pendampingan vaksinasi. Itu sudah tidak benar. Harusnya anggaran Rp 1 miliar lebih tidak dialokasikan untuk pengadaan vaksin. Karena pengadaan berarti beli. Padahal sudah jelas vaksin dari pemerintah pusat," kata Mustofa kepada wartawan di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (23/2/2021).

Ketua DPRD JombangKetua IDI Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain (Foto: Enggran Eko Budianto)

Mustofa juga menyoal kebijakan Pemkab Jombang yang menghentikan bantuan sosial tunai untuk warga terdampak pandemi COVID-19. Terlebih lagi tahun lalu anggaran untuk pandemi virus Corona yang tidak mampu diserap mencapai sekitar Rp 84 miliar.

"Ini cerminan kegagapan dalam menghadapi bencana. Sekarang pemerintah desa bingung. Mereka ditabraki warganya yang dulu dapat Rp 200.000 selama tiga bulan, kok tidak dilanjutkan. Ada sekitar 125.000 penerima. Sedangkan dari Kemensos dan dana desa jalan terus. Harusnya sisa anggaran kemarin diarahkan ke situ, ini kan uang rakyat," cetusnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatulloh meminta Pemkab mampu memanfaatkan anggaran untuk pandemi COVID-19 secara efektif, efisien dan transparan.

"Karena dananya besar sekali. Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Artinya, dengan dana sebesar itu seberapa jauh Satgas berbuat untuk Kabupaten Jombang," tegasnya.

Saksikan juga 'Sri Mulyani Cadangkan Rp 35,1 T untuk Program Vaksin-Vaksinasi 2020'':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2