Satu Warga Mojokerto di PPKM Mikro Meninggal COVID-19, Ini Langkah Tim Tracing

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 20:52 WIB
polres mojokerto
Tracing terhadap warga yang keluarganya meninggal terpaapr COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Tim tracer bergerak cepat saat ada warga di wilayah yang menerapkan PPKM Mikro terinfeksi COVID-19. Mereka melacak semua kontak erat untuk dites swab sehingga bisa memutus penyebaran virus Corona.

Seperti yang terjadi di RT 9 RW 3 Dusun Pendowo, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal. Seorang ibu rumah tangga berinisial SM (51) meninggal dunia karena COVID-19.

Tim tracer dari Puskesmas Bangsal dibantu petugas Urkes Polres Mojokerto terjun ke lokasi melakukan tracing. Mereka melakukan tes swab terhadap suami dan 3 anak ibu rumah tangga tersebut. Sampel swab mereka dibawa ke Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander memantau langsung tracing di wilayah yang menerapkan PPKM mikro ini. Bersama Pemda dan anggota TNI, Donny juga membagikan masker gratis sambil mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

"Kalau kontak erat ada yang positif, kami bawa ke puskesmas yang ditunjuk pemerintah untuk isolasi. Sambil menunggu hasil swab PCR, para kontak erat kami bolehkan di rumah masing-masing isolasi mandiri dipantau petugas puskesmas," kata Dony kepada wartawan di lokasi, Senin (22/2/2021).

Testing, tracing dan treatment, lanjut Dony, akan terus dimasifkan di wilayahnya. Saat ini terdapat 1.163 RT yang menerapkan PPKM mikro di wilayah hukumnya. Ribuan RT tersebut tersebar di 47 desa.

"Dari jumlah itu, yang masuk zonasi kuning 31 RT, sisanya zona hijau. Tracing kami terus laksanakan di setiap RT yang menerapkan PPKM mikro. Karena kami masih punya 31 RT zona kuning," terangnya.

Jumlah RT yang masuk zona kuning di wilayah hukum Polres Mojokerto saat ini berkurang dibandingkan awal penerapan PPKM skala mikro Rabu (10/2). Saat itu terdapat 59 RT tergolong zona kuning. Kini tinggal 31 RT saja.

"PPKM skala mikro terus kami pantau bersama Dinas Kesehatan, TNI, serta tiga pilar desa," tandas Dony.

(iwd/iwd)