Patroli Kentongan Jadi Cara Edukasi Masyarakat di PPKM Mikro Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 21:49 WIB
polres mojokerto
Patroli kentongan untuk mengedukasi warga yang menerapkan PPKM mikro (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Petugas gabungan di Mojokerto mempunyai cara unik untuk mengedukasi masyarakat di RT yang menerapkan PPKM mikro. Yaitu dengan menggelar patroli kentongan. Seperti apa?

Patroli kentongan salah satunya digelar di RT 2 RW 1 Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Lingkungan ini menjadi satu dari 59 RT yang menerapkan PPKM skala mikro di Bumi Majapahit.

Petugas gabungan polisi, TNI dan Pemerintah Desa Puloniti berkeliling di RT 2 RW 1 sambil menabuh kentongan. Dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, petugas juga membagikan masker gratis dan memberi edukasi ke masyarakat tentang protokol kesehatan (prokes).

"RT ini mengaktifkan kearifan lokal untuk menyampaikan imbauan-imbauan dan edukasi tambahan kepada masyarakat di PPKM mikro. Yaitu dengan patroli sambil menabuh kentongan," kata Dony kepada wartawan di lokasi, Senin (15/2/2021).

Dengan mengangkat kearifan lokal, Dony ingin meningkatkan semangat gotong-royong warga yang tinggal di lokasi PPKM skala mikro. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes untuk mencegah penyebaran COVID-19 juga semakin tinggi.

"Masyarakat gotong-royong, penuh kesadaran disiplin mematuhi prokes dan segera melaporkan apabila ada gejala mengarah ke COVID-19. Sehingga bisa segera ditangani secara medis," terangnya.

Dalam waktu dekat, Dony berencana akan menggelar rapid test antigen massal di beberapa titik PPKM skala mikro. Tentunya pihaknya akan bekerjasama dengan Pemkab Mojokerto.

"Harapannya PPKM mikro bisa lebih menekan angka COVID-19 di Kabupaten Mojokerto," tandasnya.

Sampai hari ini Kabupaten Mojokerto masih berstatus zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penyebaran COVID-19. Terdapat 1.988 orang yang terinfeksi virus Corona. Terdiri dari 43 pasien menjalani perawatan, 1.879 pasien sembuh, serta 66 pasien meninggal dunia

(iwd/iwd)