Puluhan Warga Tuban Hidup Kurang Mampu Sebelum Kaya Mendadak Jadi Miliarder

Ainur Rofiq - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 08:02 WIB
Polisi lakukan patroli rutin untuk antisipasi tindak kejahatan di kampung miliader
Warga Tuban kaya mendadak bincang-bincang dengan polisi (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Tuban -

Puluhan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, sebelumnya hanya seorang petani sebelum kaya mendadak dan desanya disebut kampung miliarder. Penghasilan per bulan Rp 200 ribu. Mereka diketahui seorang petani yang setiap hari pergi ke sawah dan beternak sapi.

Layaknya seorang petani di daerah-daerah lain, mereka pergi ke sawah pagi hingga siang atau sore hari. Kehidupan mereka pas-pasan dan tergolong kekurangan. Sebab sehari-hari mereka harus memenuhi kebutuhan pupuk dan pakan sapi. Tentu saja hasil panen padi masih menunggu berbulan-bulan. Sama halnya saat warga beternak sapi, mereka menunggu ada yang membeli.

Mereka yang tercatat kurang mampu akhirnya mendapat bantuan. Setiap bulannya untuk menopang ekonomi yang pas-pasan, mereka mendapat bantuan uang Rp 200 ribu dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kemensos sejak tahun 2018 silam.

Kini, 27 warga yang hidupnya pas-pasan berbalik menjadi kaya mendadak dan dikenal miliarder. Mereka tak lagi menjadi penerima bansos. Hal itu diungkapkan Tim pendamping Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jenu, Imron. Dia mengaku melakukan validasi ulang sejak ada viral kampung miliarder.

"Ada 27 keluarga penerimaan manfaat (KPM) yang ditemukan sudah mampu. Ini divalidasi ulang dicoret keluar dari keluarga miskin di Desa Sumurgeneng," jelas Imron kepada detikcom saat dikonfirmasi, Minggu (21/2/2021).

Rata rata 27 warga yang selama ini menerima bansos, jelas dia, rela namanya dicoret dari data KPM untuk dialihkan ke warga miskin lainnya.

"Tidak ada yang keberatan, karena mereka semua sadar jika sudah mampu. Mereka rela didelet dari penerima BPNT, agar kuotanya bisa diberikan pada orang lain," tambahnya.

Sementara di Desa Sumurgeneng, ada 288 keluarga penerima manfaat dari BPNT. Setelah tim melakukan verifikasi dan turun ke lapangan, ditemukan 27 KPM yang dianggap sudah mampu setelah mendapat uang ganti rugi lahan dari proyek kilang minyak. Selanjutnya, meraka dicoret sebagai penerima bantuan BPNT melalui aplikasi Sistem Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

"Sudah diverifikasi oleh petugas SIKS-NG dan perangkat desa yang sudah mendapatkan uang lahan harus dikeluarkan dari penerimaan BPNT," ujar Imron

Simak video 'Cerita Miliarder-miliarder Dadakan di Tuban':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)