Hasil Survei BPBD Jatim, Longsor Susulan Rawan Terjadi di Nganjuk

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 08:18 WIB
Longsor di Nganjuk Tewaskan 2 Orang, 18 Terluka Dan 21 Orang Hilang
Longsor di Nganjuk (Foto file: Sugeng Harianto/detikcom)
Surabaya -

BPBD Jatim menerjunkan tim mitigasi bencana di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Nganjuk pada Rabu (17/2) lalu. Tim ini melakukan survei geologi, survei seismik, dan survei (foto) udara. Lalu bagaimana hasilnya?

"Sesuai hasil survei yang kami lakukan di tiga titik lokasi longsor Desa Selopuro, Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Diperoleh hasil bahwa kondisi tanah secara umum di wilayah tersebut sangat labil dan rentan terjadi longsoran susulan," ujar Gatot Soebroto, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (20/2/2021).

BPBD Jatim, kata Gatot, telah mengimbau warga di sekitar lokasi longsor untuk sementara waktu menghindari lokasi tersebut.

"Sampai sekarang masih ada warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor. Itu rawan, di situ ada jalan raya, ada mobil lewat saja bisa memberi dampak ke pergerakan tanah. Sehingga BPBD mengimbau kepada warga untuk sementara waktu menghindari lokasi tersebut," jelasnya.

Gatot membeberkan, kondisi tanah di titik longsor yang tidak stabil, bisa berdampak terjadinya longsor di Nganjuk susulan. Apalagi, intensitas hujan saat ini masih tinggi.

"Dengan adanya intensitas hujan yang tinggi dan bila mana terdapat kumpulan warga serta getaran dari kendaraan yg beroperasi dikuatirkan dapat memicu terjadinya longsoran susulan di wilayah tersebut," tandasnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menambahkan, dari survei tiga jenis itu, didapati adanya rekahan-rekahan baru yang searah dengan arah longsor Nganjuk. Selain itu, juga ditemukan dua jenis struktur batuan yg berbeda. Yakni, sisi utara lebih banyak batuan yang mengalami pelapukan. Sedang sisi selatan merupakan formasi batuan andesit yang masih kuat. Survei udara juga menemukan adanya aliran air dari sumber yang berpotensi menambah debit air yang terserap tanah.

"Kemiringan bidang longsoran juga terpotret maksimum 56 derajat, dan sore ini kondisinya juga turun hujan," jelasnya.

(fat/fat)