Terungkap, Ini Penyebab Keracunan Massal Korban Longsor Nganjuk

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 12:37 WIB
longsor di nganjuk
Kandungan formaldehid pada mi ayam saat dicek laboratorium (Foto: Istimewa)
Nganjuk -

Polisi mengungkap penyebab keracunan massal pengungsi longsor Nganjuk di Dusun Selopuro Desa Kecamatan Ngetos Nganjuk. Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel mi ayam, ditemukan kandungan formalin di dalamnya.

"Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel makanan mi ayam intinya mengandung formalin," kata Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama saat dikonfirmasi detikcom Jumat (19/2/2021).

Sampel makanan penyerta dari mi ayam yang dilakukan cek laboratorium adalah daun sawi. Dari uji 4 kandungan terhadap daun sawi, diketahui jika kandungan Formaldehid terlalu berlebihan dengan angka mencapai 10 sehingga membuat alat penguji berwarna pink.

"Ada Formaldehid kandungannya mencapai 10 sehingga warnanya pink. Sedangkan tiga kandungan lainnya nol," ujar Harvi.

Harvi mengatakan selain jenis kandungan Formaldehid, ada tiga jenis kandungan lain dalam pengecekan yakni nitrit, arsenik, dan sianida. Uji pada tiga kandungan itu mempunyai nilai nol dan berwarna putih.

"Dari uji tiga kandungan terdapat nol yakni nitrit, arsenik, sianida jadi warnanya putih," lanjut Harvi.

Harvi menambahkan hasil cek laboratorium menyimpulkan bahwa mi ayam yang disantap pengungsi longsor Nganjuk mengandung formalin berlebihan.

"Jadi kesimpulan penyebab gejala keracunan massal pengungsi bisa diakibatkan oleh adanya kadar formalin dalam mi yang berlebihan," tandas Harvi.

Jumlah korban keracunan massal pengungsi longsor Nganjuk di Dusun Selopuro Desa Kecamatan Ngetos Nganjuk kini mencapai 44. EMpat di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Pengungsi longsor Nganjuk sendiri menempati dua tempat pengungsian yakni di SDN Ngetos 3 dan rumah kepala desa. Pengungsi longsor Nganjuk ada 186 jiwa dari 54 KK. Mereka menempati SDN Ngetos 3 dan dan rumah kepala desa.

(iwd/iwd)