Mempelai Ini Menikah di Tempat Karantina Gegara Positif COVID-19

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 14:17 WIB
Mempelai Pacitan Ini Menikah Di Tempat Karantina Gegara Positif COVID-19
Mempelai ini menikah di tempat karantina karena COVID-19 (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Dua mempelai ini menikah di tempat karantina gegara positif COVID-19. Mereka pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan, meski wajahnya tertutup masker. Namun pancaran suka cita tetap tampak dari sorot matanya. Sesekali jemari yang terbalut sarung tangan berusaha menyeka cairan bening yang menetes di pelupuk.

Mereka berdua bukan pengantin biasa. Kedua mempelai adalah penghuni Rumah Singgah Wisma Atlet, Jalan WR Supratma, Pacitan. Mereka menjalani karantina setelah diketahui positif COVID-19. Pemberlakuan protokol kesehatan tak mengurangi kesakralan akad nikah.

Sebenarnya, perhelatan suci itu telah direncanakan sejak lama. Namun, empat hari menjelang pernikahan mempelai perempuan diketahui terpapar virus COVID-19. Dia masuk daftar tracing dari pasien positif COVID-19 lain di Desa Wonodadi Kulon.

''Semua telah ditracing dan hasilnya seperti itu. Makanya dibawa ke sini termasuk calon mempelai wanita,'' kata Penghulu KUA Kecamatan Ngadirojo, Muhammad Yasin, Kamis (18/2/2021) petang.

Pantauan detikcom, seluruh prosesi akad nikah berlangsung sekitar 30 menit tanpa kendala. Mempelai pria berinisial W dan perempuan M duduk berdampingan di kursi. Jarak antarkeduanya terpaut 2 meter.

Mempelai Pacitan Ini Menikah Di Tempat Karantina Gegara Positif COVID-19Mempelai Ini Menikah Di Tempat Karantina/ Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

Sementara wali dan saksi berada di kursi berbeda yang diatur mengacu physical distancing. Di belakang kedua mempelai terbentang kain warna kuning tua lengkap dengan ornamen bermotif bunga.

Prosesi akad nikah berakhir dengan pembacaan doa. Baik penghulu, mempelai, maupun wali dan saksi tampak menundukkan kepala. Sementara tangan mereka menengadah sebagai wujud permohonan kepada Sang Khalik.

Semua orang di aula pintu masuk wisma atlet itu pun lalu mengatupkan kedua telapak tangan ke depan sebagai pengganti jabat tangan. "Barakallahu Laka Wa Baraka 'alaika Wa Jama'a Baina Kuma fi Khair," ucap Muhammad Yasin mendoakan sepasang pengantin baru.

Pelaksanaan akad nikah di wisma atlet, merupakan kedua kalinya sejak pandemi COVID-19. Hal ini pun setelah adanya izin dari satgas. Salah satu syaratnya adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Karena pernikahan ini tergolong istimewa jadi semuanya memang harus dipersiapkan dengan matang,'' pungkas Yasin sembari menjelaskan adanya restu dari satgas.

(fat/fat)