Pariyem Trauma Berat Usai Lompat dari Lantai 2 Rumah Majikan Karena Kelaparan

M Rofiq - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 20:31 WIB
Pariyem (44) nekat melompat dari lantai 2 rumah majikan karena kelaparan pada Selasa (16/2). Kini Pariyem mengalami trauma berat.
Menantu Pariyem (44), Ekawati/Foto: Tangkapan Layar
Probolinggo -

Pariyem (44) nekat melompat dari lantai 2 rumah majikan karena kelaparan pada Selasa (16/2). Kini Pariyem mengalami trauma berat.

"Kasus Pariyem asisten rumah tangga loncat dari lantai atas karena lapar, dan mengaku sering dianiaya majikan perempuannya, kini tahap proses penyelidikan memeriksa saksi-saksi di ruangan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak)," ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono, Kamis (18/2/2021).

Kini, Pariyem mengalami trauma berat. Ia takut melihat orang banyak. Hal ini disampaikan oleh menantu Pariyem, Ekawati.

"Saat ini, kondisi ibu mertua yang menjadi korban bersama anaknya, kerap mendapatkan perlakuan tidak baik majikan tempatnya bekerja, dan sering mengaku kelaparan. Kini mengalami trauma berat takut melihat banyak orang. Kalau ada orang lari masuk kamar dan menangis," jelas Ekawati saat ditemui di rumahnya.

Menurutnya, pihak keluarga juga enggan kasus ini berlarut-larut. Maka dari itu, pihak keluarga dan korban, memilih berdamai dengan majikan korban. Kini pihak keluarga fokus pada pemulihan korban. Selanjutnya, korban berencana membuka usaha kecil-kecilan di depan rumahnya.

"Biar tidak berlarut-larut masalah ini, korban dan keluarga memilih kasusnya akan dicabut dan menempuh jalan damai. Agar korban segera pulih dari trauma yang dialami. Dan nanti kalau sehat akan saya buka usaha kecil-kecilan menjual makanan dan minuman ringan," tambah Ekawati.

Pariyem menjadi pemberitaan setelah nekat lompat dari lantai 2 rumah majikan karena kelaparan. Ia juga mengungkap kisah pilunya.

Pariyem menjadi pembantu di rumah yang ditempati Menuk (56) dan Usman (60). Rumah mewah ini berada di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

(sun/bdh)