Penjelasan Majikan soal Pembantu yang Lompat dari Lantai 2 Karena Kelaparan

M Rofiq - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 20:39 WIB
Seorang pembantu di Kota Probolinggo kabur dengan melompat dari lantai 2 rumah majikan. Ia mengaku kelaparan sementara rumah tersebut dikunci.
Rumah tempat pembantu di Kota Probolinggo kabur dengan melompat dari lantai 2/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Seorang pembantu di Kota Probolinggo kabur dengan melompat dari lantai 2 rumah majikan karena kelaparan. Berikut ini penjelasan sang majikan.

Pembantu atau asisten rumah tangga (ART) ini bernama Pariyem (44). Sementara majikannya bernama Menuk (56) dan Usman (60). Mereka tinggal di rumah mewah di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

"Semua dikatakan pembantu rumah tangga yang kabur dan loncat dari lantai 2, tidak disekap, kemungkinan lapar saat itu pintu dikunci dan semua keluar. Dan memang istri pernah memukul karena istri punya darah tinggi. Karena korban tidak benar dalam bekerja," ujar Usman kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, kasus ini juga sudah berujung damai, setelah digelar mediasi yang disaksikan ketua RT/RW, pihak Kelurahan Wiroborang hingga Bhabinkamtibmas Polsek Mayangan. Gaji pembantu juga sudah dibayar yakni Rp 12.600.000, dan tidak saling menuntut.

"Sudah ada kesepakatan kekeluargaan antara korban dan pihak keluarga. Dan kewajiban gaji korban sudah saya berikan, dan sudah ada surat perjanjian damai," jelas Usman.

Hal senada juga disampaikan PS (Pejabat Sementara) Polsek Mayangan AKP Suhartono. Menurutnya, dua belah pihak sepakat berdamai.

"Sudah sepakat damai dan kewajiban gaji korban Pariyem, oleh majikan langsung diberikan setelah sepakat kekeluargaan. Dan sudah ada surat pernyataan baik dari korban dan majikan, disaksikan pejabat setempat," ujarnya.

Sebelumnya, Pariyem kabur dengan melompat dari lantai 2 rumah majikan. Ia mengaku kelaparan sementara rumah tersebut dikunci. Ia juga mengaku sudah bertahun-tahun tidak menerima gaji.

"Sering dipukul sejak kerja, ditambah tidak digaji selama 5 tahun 2 bulan, disekap tidak boleh keluar rumah. Bahkan majikan ringan tangan, dan anak saya juga pernah dipukul kepala dan ditendang sama majikan perempuan. Sampai luka di kepala. Nekat melompat dari lantai 2 saat majikan keluar rumah," ujar Pariyem di rumahnya, Jalan Priksan, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Saksikan juga 'Geger Wanita Tewas Loncat dari Lantai 4 Mal di Jakarta Barat':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)