Proyek Strategis Nasional di Lingkar Wilis Masih Tersendat karena Pandemi

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 18:55 WIB
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak
Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung -

Pengembangan kawasan lingkar Gunung Wilis di enam kabupaten masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), namun kini progres pembangunan masih tersendat akibat pandemi COVID-19.

Wagub Jawa Timur Emil Dardak saat di Pagerwojo, Tulungagung, mengakui progres pembangunan yang dilaksanakan di Lingkar Wilis belum sesuai harapan awal, padahal sempat ditargetkan akan rampung pada 2022.

"Dulu saat kami pernah bertemu di Madiun termasuk dengan Pak Maryoto (Tulungagung), kami targetkan 2022. Tapi dengan adanya pandemi ini, mungkin bisa mundur, tapi mundurnya nggak terlalu lama lah," kata Emil Dardak, Rabu (17/2/2021).

Salah satu yang kini mengalami kendala pembangunan akses jalan yang menghubungkan enam kabupaten yang tergabung dalam Tunggal Rogo Mandiri atau Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri.

Pada beberapa ruas, titik jalur yang akan dibangun telah disepakati, hanya saja harus menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) terkait Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sehingga pembukaan akses bisa dimulai.

"Karena 2020 anggaran prioritas ke COVID-19. harapannya 2021 di PAK, atau 2022 sudah bisa dimulai. Karena sebenarnya ini layak mendapatkan DAK penugasan, jadi tidak terpaku pada keterbatasan-keterbatasan formula," ujarnya.

DAK penugasan bisa dijalankan untuk pembangunan kawasan Lingkar Wilis, karena wilayah tersebut telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional dalam Perpres 80 Tahun 2019.

"Masuknya di Perpres 80 ini menjadi sumber optimisme kita. Dan sebetulnya nggak nol-nol juga (pembangunannya), sebenarnya tetap dikerjakan secara spot-spot. Jadi bukannya stagnan, tapi memang speed-nya tidak seperti yang kami harapkan di awal dulu," imbuhnya.

(fat/fat)