Beredar Video Cahaya Kilat Diduga dari Gunung Raung, Ini Jawaban PPGA

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 00:23 WIB
Video cahaya kilat dari Gunung Raung beredar di media sosial. Namun Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung memastikan itu bukan erupsi Gunung Raung.
Foto: Tangkapan Layar
Banyuwangi -

Video cahaya kilat diduga dari Gunung Raung beredar di media sosial. Namun Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung memastikan itu bukan erupsi Gunung Raung.

Video puncak Gunung Raung mengeluarkan kilat dan cahaya berwarna merah itu dibagikan di medsos, Selasa (16/2/2021) malam. Warganet lalu bertanya-tanya apakah cahaya itu dari aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.332 mdpl itu.

"aminn mas, kliatan jelas fenomena ini dr dpn rmh tadi," tulis akun Putri Diandra, yang berkomentar di akun Facebook INFO bwi24jam, seperti yang dilihat detikcom.

Video yang sama juga diunggah akun Syaqira Azahra di grup Facebook INFORMASI BANYUWANGI. "Opo iki lurr,,koq posisine koyok Nang gunung Raung,,(Apa ini, kok posisinya seperti di Gunung Raung) terpantau malam ini,," tulisnya.

Komentar pun berdatangan. Bahkan beberapa warganet juga mengunggah video yang sama, namun dari daerah berbeda. "Terpantau juga di Kecamatan Pesanggaran," tulis salah satu akun di unggahan itu.

Menanggapi hal tersebut, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung membantah jika cahaya kilat itu berasal dari erupsi Gunung Raung. Karena saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Raung tidak segawat itu.

"Mengenai isu yang ada di Gunung Raung yang mengeluarkan cahaya api dan kilat itu bisa dipastikan bukan dari erupsi Gunung Raung. Kalau kita amati itu ada di Gunung Suket Bondowoso," ujar petugas PPGA Raung, Burhan Alethea kepada detikcom.

Menurut Burhan, di Gunung Raung hanya terpantau asap kawah bertekanan lemah, teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 500 m di atas puncak kawah. Asap pun tidak menerus dan mengarah ke timur laut.

"Tektonik jauh jumlahnya 2 kali dengan amplitudo 9-32 mm, S-P 53-109 detik, durasi 204-232 detik. Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-12 mm (dominan 1 mm)," katanya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing dengan isu yang beredar di media sosial. "Tetap kami minta jangan terpancing isu di lapangan. Karena kondisi Raung saat ini aman dan tidak ada gejolak yang berarti. Tetap memakai masker karena kita masih terus mengamati erupsi ini," pungkasnya.

(sun/bdh)