Menko PMK Sebut Ketersediaan Alat dan Kantong Plasma Konvalesen Langka

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 15:10 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mendatangi PMI Surabaya
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendatangi PMI Surabaya. Bersama dengan Mensos Tri Rismaharini guna memberikan penghargaan. Sebab, Surabaya merupakan penyumbang plasma konvalesen terbanyak tingkat nasional.

"Alhamdulillah Jawa Timur termasuk yang tertinggi di Indonesia jumlah rata-rata pendonor, hang antre juga banyak dari PLN saja ada 306 akan diseleksi," kata Muhadjir kepada wartawan di UTD PMI Surabaya Jalan Embong Ploso, Selasa (16/2/2021).

Muhadjir mengatakan kantong plasma konvalesen akan dikirim ke beberapa daerah. Sebab, kini masalah dari plasma konvalesen ada ketersediaan kantong menjadi langka.

Karena kantong plasma sudah menjadi langka di Indonesia, Muhadjir pun akan menyampaikan kepada Kepala BNPB. "Saya meminta untuk pengadaan kantong plasma (Bisa segera terpenuhi)," ujarnya.

Selain ketersediaan kantong, alat atau mesin guna mengambil plasma konvalesen kepada penyintas juga kurang. Tak hanya di Indonesia saja, melainkan di dunia juga mengalami kelangkaan.

"Masih sangat kurang dan belum merata. Alat sebagian besar di DKI dan Surabaya. Surabaya ada 4, DKI kalau tidak salah ada 16. Akan disebar ke luar Jawa. Pendanaan sudah diatur Kemenkes dan BNPB. Alatnya aja yang masih langka. Pasar Indonesia dan dunia kurang," jelasnya.

Menurutnya, saat ini dunia telah sadar betapa pentingnya penggunaan plasma konvalesen dari penyintas COVID-19 kepada pasien yang dirawat di RS. Oleh karena itu ketersediaan alatnya kini terbatas di pasar Dunia.

"Dunia mulai sadar plasma ini bisa jadi faktor pembeda untuk penyembuhan. Sekarang mulai, WHO juga sudah merekomendasi ramai-ramai cari alat. Kita termasuk yang menggunakan," pungkasnya.

(fat/fat)